Malang Post

You are here: Kriminal

Kriminal

Sanjiplak, Ibu Dua Anak Ditahan

MALANG - Seorang ibu dua anak, sejak Kamis lalu harus mendekam di balik rutan Mapolres Malang. Nur Faizah, 37 tahun, warga Jalan Selatan Pasar, Kelurahan/Kecamatan Turen ini, ditahan karena tuduhan penipuan. Korbannya Daud Gonggom Napitupulu, 43 tahun, warga Jalan Suropati Wajak.
Faizah ditangkap petugas di tempat persembunyiannya di wilayah Blitar. Itu setelah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik. Saat diamankan, tersangka mengakui semua kesalahannya.
"Dia kami jerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman di atas 4 tahun penjara," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka, bermula dari tersangka yang meminjam uang kepada korban Daud melalui Sulaimah, 40 tahun, warga Dusun Bokor, Desa Pagedangan, Turen, sekitar satu setengah bulan lalu. Ia meminjam uang sebesar Rp 50 juta. Faizah meminta tolong Sulaimah, karena ia tidak dipercaya warga.
Uang yang dipinjam alasannya untuk membuka usaha toko kelontong. Agar dipecaya Faizah menjanjikan akan mengembalikan dalam waktu sebulan. Ia juga menyerahkan sertifikat rumah milik Rina, warga Jalan Selatan Pasar, Kelurahan/Kecamatan Turen yang diakui sebagai saudaranya.
Begitu cair, uang langsung diserahkan kepada Faizah. Namun setelah batas waktu pengembalian, Faizah tidak kunjung mengembalikan. Bahkan ketika ditagih, tersangka malah menghilang. Sertifikan rumah yang dijadikan jaminan, ternyata fiktif.
"Saya tidak bisa mengembalikan uangnya, karena usaha membuka toko gagal dan uang modal tidak kembali. Uang pinjaman itu, juga tidak saya pakai sendiri tetapi saya bagi dua dengan saudara yang juga meminjam," ujar tersangka Nur Faizah.
Dari penyelidikan polisi, korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan Nur Faizah, tidak hanya Daud saja. Ada beberapa orang yang telah menjadi korban penipuannya. Bahkan Sulaimah, orang dekat tersangka yang diminta meminjamkan uang pada Daud Gonggom Napitupulu juga menjadi korbannya.
Sulaimah ditipu uang senilai sekitar Rp 350 juta. Kerugian yang dialami Sulaimah tersebut, karena rumah di Desa Kedok, Turen yang dibelinya dari tersangka sekitar sebulan lalu ternyata sudah ditempati oleh orang lain. Sertifikat rumah atas nama Nur Faizah, sudah diblokir oleh petugas BPN.
"Korban penipuan tersangka Nur Faizah ini, sebenarnya banyak. Namun hanya dua orang saja yang baru melaporkan. Korban lainnya masih belum ada yang melapor," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Dalam keterangannya kepada penyidik, tersangka Nur Faizah ini mengakui, kalau uang hasil penipuan bukan digunakan untuk usaha. Sesuai keterangannya dalam berita acara pemeriksaan, uang dihambur-hamburkan untuk menyenangkan pria idaman lain (PIL).
"Tersangka Nur Faizah ini sudah pisah dengan suami yang dinikahi secara siri. Uang hasil penipuan habis diberi-berikan pada PIL-nya," tutur mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini. (agp/aim)
Last Updated on Friday, 25 July 2014 12:57

Page 1 of 819

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »