Malang Post

Kriminal

Penyerang SATPOL PP Resmi Tersangka

Share
MALANG – Setelah diperiksa satu kali 24 jam, tim penyidik Polres Malang Kota akhirnya menahan Solikin. Penyidik memutuskan menahan, pria 50 tahun ini, karena menemukan cukup bukti keterlibatannya dalam penyerangan terhadap anggota Satpol PP Kota Malang oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) buah Jalan Pasar Besar Minggu (30/7) lalu.
“Hasil dari gelar perkara, kemarin memutuskan tersangka ditahan. Kami memiliki bukti kuat keterlibatan tersangka dalam kasus ini,’’ kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro, yang mengatakan Solikin dikenakan pasal 170 KUHP. Dimana dia terbukti melakukan penganiayaan dan pengerusakan bersama-sama.
Dia menambahkan, alat bukti  kuat yang diamankan adalah, sebuah rekaman video dan keterangan para saksi. Dalam rekaman video yang kini sudah ditangan petugas tersebut terlihat tersangka ikut melakukan penyerangan dan pemukulan.
“Dalam rekaman, dia menggunakan pakaian yang sama seperti saat sore hari. Dia juga menggunakan topi. Ini yang menjadikan dasar kuat kami untuk kemudian melakukan penahanan selain lebih dulu meminta keterangan saksi,’’ tambahnya.
Adam juga mengatakan, dengan menahan Solikin akan memudahkan melakukan pengembangan  perkara. Sejauh ini Adam menduga Solikin adalah orang yang memprovokasi para pelaku lain dalam penyerangan. “Kita mengorek keterangan dari dia dulu. Jika dia kooperatif, maka bisa jadi tersangkanya akan bertambah,’’katanya.
Sementara itu Adam juga mengaku pihaknya tidak ingin gegabah dalam menangani perkara ini. Sekalipun yang menjadi korban adalah abdi negara. “Penanganan perkara tetap sesuai prosedur dan perundangan yang berlaku,’’ katanya.
Sementara itu Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata mengatakan kasus penyerangan ini bisa jadi tidak berlanjut hingga persidangan. Tapi tentu saja, setelah semua proses terpenuhi. “Saya ini adalah penganut hukum progresif. Di mana dalam setiap penanganan perkara selalu mengajak para pihak untuk duduk bersama, menyelesaikan dan mencari jalan keluarnya. Kasus yang menimpa Solikin pun demikian. Bisa jadi dia tidak kami tahan dan dilepaskan jika memang setelah kedua belah pihak ada kesepakatan.
“Untuk mendapatkan Kepastian Hukum itu ada tiga, diantaranya asas manfaat dan asas keadilan. Ini yang terus saya tekankan kepada anggota. Dalam menangani kasus yang dilihat harus asas manfaatnya, dan azas keadilannya,’’ katanya.
Disinggung apakah sudah ada tersangka lain? Singgamata menggelengkan kepala. Tapi dia juga mengatakan tidak menutup kemungkinan tersangka dalam kasus ini berkembang. “Makanya kami melakukan penahanan dan berharap tersangka disini koorperatif dan menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan ini. (ira/nug)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL