Kriminal

Malang Post


Kriminal

Kabar Peristiwa dan Kriminal terkini di Malang Raya

Sekali Curi 110 Ekor Kelinci


BATU - Kebangeten dan benar-benar sudah terlatih. Gerombolan maling kini mengalihkan sasaran pada ternak kelinci. Dan tak tangung-tanggung,  sekali  nyuri mereka mampu menyikat 110 ekor kelinci milik perternak di Desa Punten, Kecamaatn Bumiaji, Kota Batu.
Peralatan digunakan gerombolan inipun, cukup sederhana. Yakni, hanya berbekal  pijakan kaki sepeda motor yang rusak, mereka sudah mampu mengras kandang berisi ratusan kelinci milik Sugiarti, warga Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Lantas bagaimana cara lima pelaku mengangkut kelinci yang jumlahnya begitu banyak ? ternyata mereka juga melengkapi sarana kejahatan dengan mobil.
Kejahatan tersebut berjalan mulus, sehingga komplotan maling ternak ini bisa bebas menjual hasil kejahatan mereka ke Pasar Comboran, Kota  Malang.  Ratusan kelinci tersebut, hanya dijual seharga Rp 3,1 juta dari harga jual sebenarnya sebesar Rp 15 juta.
Kejahatan tidak ada yang sempurna, beberapa saat setelah berhasil menjual ratusan kelinci, unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bumiaji berhasil menangkap 3 dari 5 orang pelaku. Yakni, Supangkat, 29, warga Dusun Gangsiran Desa Tlekung dan  Ridwan, 20, warga Dusun Jeding, Desa/Kecamatan Junrejo.
Sedangkan satu tersangka  lagi, Nurianto, 33 tahun warga Dusun Krajan, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
“Kami masih melakukan pengejaran terhadap 2 pelaku lainnya, identitas sudah kami kantongi, karena itu  lebih baik menyerahkan diri,” tegas Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata.
Pencurian itu berlangsung pada 22 April lalu, pukul 18.00. Kandang kelinci yang jauh dari permukiman penduduk, memang membuat kawanan maling ini bisa leluasa melakukan kejahatan. Mereka merusak pintu kandang, lalu menggunakan footstep atau pijakan kaki sepeda motor untuk merusak rantai gembok.
Setelah pintu kandang jebol, mereka mengangkut 110 ekor kelinci. Caranya, kelinci dimasukkan dalam glangsi kemudian dibawa ke mobil pikap yang telah disiapkan di sebuah tempat.
"Semua jarahan langsung dijual, mereka mengaku tidak mengenal siapa penadahnya, karena bertemu saat di pasar,” terang kapolres.
Sugiarti mengatakan, bahwa kelinci yang diambil pencuri merupakan siap jual. Saat ini harga kelinci sedang naik, karena permintaan di pasar sangat tinggi. "Saat ini ramai-ramainya permintaan kelinci. Biasanya saya menjual sampai ke Probolinggo, Pacitan, Ponorogo, Banyuwangi, bahkan Madura,"ujar Giran.
Polisi berhasil mengamankan 55 kelinci dari 110 ekor yang dicuri oleh kawanan maling ini. “Banyak yang mati, karena stress ketika dalam perjalanan ke Comboran,” ujarnya. (muh/ mgc/lyo)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL