Malang Post

You are here: Kriminal

Kriminal

Dukun Palsu Penggada Uang Dibekuk

BANTUR - Zaman sudah modern, masih percaya dengan aksi klenik yang berkedok penggandaan uang. Nasib itulah yang dialami Yuli, 52 tahun warga Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur, pada Kamis (16/10) lalu. Gara-gara percaya dengan bujuk rayu pelaku, Yuli harus merelakan uang Rp 30 juta, akibat digondol pelaku.
Beruntung, dalam kejadian yang berlangsung di rumah korban itu, jajaran petugas Polsek Bantur berhasil menciduk tersangkanya pada Jumat (17/10) kemarin, yakni Wahyuni Yulia, 42 tahun warga indekos di Dusun Bantur Timur-Bantur. Petugas mengamankan barang bukti, kembang setaman, nampan, baju hingga kertas putih bertulisan Arab.
“Untuk pengembangan penyidikan, tersangka ditahan di Mapolres Malang. Selain Yuli, juga ada korban lain yakni Piatun, 58 tahun warga Dusun Bantur Timur,” kata Kapolsek Bantur, AKP Karmidi.
Dijelaskan kapolsek, terungkapnya aksi penipuan itu, berawal dari informasi warga yang menyebutkan adanya dugaan ulah penipuan yang dilakukan oleh Wahyuni. Dari informasi itu, selanjutnya dilakukan pengembangan di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, memang benar pelaku melakukan penipuan dengan berpura-pura mampu menggandakan uang.
“Dalam memperdayai korbannya, pelaku menggunakan kembang setaman, nampan, baju dan menaruh tulisan Arab. Selanjutnya, meminta uang yang akan digandakan untuk ditaruh di atas nampan (tempeh, red),” katanya.
 Berikutnya, uang pun ditutup dengan baju dan meminta kepada korban agar dibuka ketika sudah dalam hitungan 33 hari seusai pelaksanaan ritual. Hanya saja, karena berat uang di dalam tempeh sangat mencurigakan, korban pun lalu mengintipnya. Siapa sangka, ternyata tumpukan uangnya sudah berubah menjadi kertas. Sadar menjadi korban penipuan, korban pun langsung mencari pelaku.
“Jadi saat uang sudah ditaruh di nampan, oleh pelaku langsung diambil dan diganti kertas. Makanya, korban yang curiga langsung mengetahui aksi itu,” tambahnya.
Ditambahkan Karmidi, untuk korban Paitun, hanya mengalami kerugian berupa perhiasan kalung. Korban diperdayai, karena ingin suaminya sembuh dari sakit stroke. Dengan alasan kalung yang digunakan tidak membawa keberuntungan, kalung korban diminta pelaku. (sit/aim)
 

Page 1 of 1110

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »