Malang Post

You are here: Kriminal

Kriminal

Vika Diperkosa, Dicekik, Diinjak-Injak Hingga Tewas

MALANG – Aksi pembunuhan yang dilakukan MW alias Joko, terhadap pacarnya Vika Ayu Rahmatika, 15 tahun, warga Desa Watugede, Singosari sangat sadis. Pemuda 17 tahun tersebut, tidak hanya memperkosa lalu mencekik korban, tetapi ternyata juga memukuli serta menginjak-injak untuk memastikan korban tidak bernyawa.
Hal Itu terungkap dari rekontruksi yang digelar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, kemarin siang. Satu persatu adegan mulai dari tersangka menghubungi korban lewat SMS, sampai meninggalkan tubuh korban usai dihabisi diperagakan oleh tersangka dengan tenang tanpa penyesalan.
“Saya puas,” kata tersangka MW alias Joko singkat kepada Malang Post saat ditanya apakah dirinya puas menghabisi korban, sebelum rekonstruksi dimulai.
MW juga bercerita kalau dirinya dengan Vika, pacaran sejak bulan April 2014 lalu. Mereka menjalin asmara setelah sebelumnya kenal lewat facebook. Dari perkenalan itu, mereka lalu kopi darat yang akhirnya sepakat pacaran.
Selama pacaran, keduanya ternyata sudah sering kali melakukan hubungan intim. Sudah berapa kali, Joko mengaku tidak ingat. Ia hanya mengatakan biasanya satu minggu dua kali mereka melakukan hubungan intim. “Kalau tidak di rumah saya, ya di rumahnya (rumah korban, red),” tuturnya.
Adegan rekontruksi diawali dia mengirim pesan SMS kepada korban untuk janjian ketemuan di lokasi pembunuhan. Tak lama kemudian, korban datang menghampiri. Mereka berdua ngobrol, sembari korban tidur rebahan dipangkuan tersangka.  “Saat itu saya mengajak kabur, tetapi dia (korban, red) tidak mau karena mengaku tidak punya masalah,” katanya.
Pertemuan itu dilanjutkan dengan melakukan hubungan intim. Joko mengaku bila hal dilakukan suka sama suka, bukan perkosaan. Baru setelah itu, dengan sadis MW mencekik leher korban hingga sekarat. Tak puas, ia memukuli wajah korban beberapa kali hingga berdarah. Untuk memastikan korban meninggal, Joko menginjak dada korban sebanyak tiga kali. Baru untuk menghilangkan jejak, tersangka menutupi tubuh korban dengan daun kering.
“Ada 18 adegan yang ini diperagakan oleh tersangka. Dari semua adegan tersebut, nantinya akan segera dibuatkan berita acara untuk melengkapi berkas perkaranya. Selanjutnya besok (hari ini, red) berkas akan kami serahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen. Karena dalam waktu 15 hari, berkas harus P21. Dan tersangka sendiri, sudah enam hari kami lakukan penahanan,” jelas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Lalu apa alasan tersangka menghabisi korban?, dikatakan Wahyu pertama karena alasan cemburu, kedua karena korban diajak kabur tidak mau dan ketiga karena tersangka sebelumnya pernah dihina oleh orang tua korban.
Seperti diberitakan Malang Post, Kamis (21/8) pagi lalu warga sekitar Desa Watugede, Singosari digemparkan dengan penemuan mayat Vika Ayu Rahmatika, siswi salah satu MTs di Singosari. Korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Polisi mencurigai kalau Vika adalah korban pembunuhan, yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 18 Agustus 2014 lalu.
Joko dijerat dengan pasal berlapis. Antara lain pasal 81 dan 82 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak di bawah umur. Pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 melakukan penganiayaan terhadap anak hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Kemudian pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pasal ini diikut sertakan karena usai melakukan pembunuhan, Joko mengambil handphone milik korban. Dan dijerat Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.(agp/aim)

Page 1 of 920

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »