Malang Post

Kriminal

Lima Hari, Lima Kecelakaan Lima Meninggal

Share
MALANG – Angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Malang Kota masih cukup tinggi. Itu terbukti, sejak beberapa hari terakhir selalu ada kasus kecelakaan dan selalu menimbulkan korban jiwa. Sejak  1 Mei lalu hingga kemarin ada lima korban meninggal akibat kecelakaan.
Informasi yang berhasil dihimpun Malang Post, kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di antarannya terjadi di Jalan Jaksa Agung Suprapto (depan Bank Mandiri) Kota Malang, pagi kemarin. Korbannya adalah Eko Susanto, 78 tahun, warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Pria ini meninggal setelah tubuhnya ditabrak motor Kawasaki Ninja N 3232 AY, yang dikendarai Kurnia Panca Hadi, 29 tahun, warga Jalan Lesti, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing.
Menurut petugas, saat kecelakaan terjadi, Eko sedang menyebrang jalan di Zebra Cross, jalan tersebut. Sedangkan motor yang dikemudikan Panca melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Selatan ke utara. “Pengemudi motor sempat mengerem laju kendaraannya, itu terlihat dari bekas roda di aspal. Tapi karena jaraknya terlalu dekat, kecelakaan tidak bisa dihindari,’’ kata petugas unit Laka Polres Malang Kota yang mengatakan, saat itu Eko sempat dibawa ke RS Lavalette, namun  karena lukanya sangat serius, dia kemudian meninggal dalam perawatan.
Kecelakaan mengakibatkan korbannya meninggal dunia lainnya juga terjadi di Jalan Panglima Sudirman Minggu (3/5) malam lalu. Korban meninggal atas nama Rukiati, 51 tahun, warga Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan/Kecamatan Kedungkandang. Menurut informasi, Rukyati merupakan penumpang motor Yamaha Vega N 6629 BK yang dikemudikan Mohammad Sahri, 52 tahun, Jalan H Ali Nasrudin, Kelurahan Kecamatan Kedungkandang.
Kecelakaan itu erjadi saat Sahri mengendarai motor berboncengan dengan korban, dari arah Selatan ke Utara. Sampai di TKP, Sahri berusaha mendahului Bus Restu nopol  N 7724 UG, yang dikemudikan Hendri Wahyudi, 32 tahun, warga Desa Mangliawan RT02 RW05, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dari arah sebelah kanan. Tapi karena di depan ada kendaraan lain, Sahri pun banting setir ke kiri. Apes, kemudinya tersenggol bus, dan selanjutnya motor terjatuh. “Korban Rukyati meninggal di TKP, sedangkan pengemudi motor yakni Sahri mengalami luka ringan, yaitu lecet di kepala sebelah kiri, dan tangan kirinya,’’ tambah petugas.
Sementara kecelakaan di Jalan Bendungan Sutami Kota Malang, pukul 02.00 WIB lal, menelan dua korban jiwa sekaligus. Yakni Andik Riduwan, 37 tahun, dan  Romadhon, 45 tahun, keduanya warga Dusun Juran Wugu, Desa Jedong, Kecamatan Wagir. Sementara  Fendi Kusmiadi, 38 tahun, yang juga warga Wagir mengalami luka- luka dan sampai saat berita ini diturunkan masih menjalani perawatan.
Kecelakaan yang terjadi di Jalan Bendungan Sutami tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Dimana motor Yamaha Mio nopol N 3020 EO, menabrak tembok salah satu toko di Jalan tersebut. Menurut keterangan warga, motor Yamaha Mio yang dikemudikan Andik melaju dari arah Selatan ke Utara. Saat itu Andi yang tidak menggunakan helm membonceng Romadhon dan Fendi berjalan dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi. Tidak jelas, penyebabnya, tiba-tiba motor menabrak tembok, hingga tiga penumpangnya terpental.
Sementara korban meninggal lainnya adalah, Sudarto, 63 tahun, warga Desa Tambaksari, Tajinan. Dia meninggal dunia, setelah mobil truk nopol KT 8971 CA yang dikemudikannya, menabrak mobil Pick Up S 9175 OA yang diklemudikan Tugiono, 57 tahun, Jalan sawojajar, Kedungkandang, Jumat (1/5) pukul 17.45 WIB di Jalan Terusan Sulfat lalu. “Kecelakaan awalnya terjadi saat truk  berjalan dari arah timur. Sampai di TKP, tiba-tiba pengemudi truk banting kemudi ke kanan. Saat itu sempat menyerempet motor. Dan kemudian pengemudi truk banting kemudi ke kiri,’’ tambah petugas.
Apes, saat banting kemudi ke kiri ini bodi depan truknya justru menabrak bodi belakang mobil pick up S 9175 OA yang diklemudikan Tugiono, 57 tahun, Jalan sawojajar, Kedungkandang. Sudarto pun meninggal di TKP, dengan luka di kepala.
Sementara itu Kanit Laka Polres Malang Kota Ipda Budi Yunaedi, saat dikonfirmasi mengatakan tingginya angka kecelakaan ini tak lain karena kurangnya kesadaran pengendara dalam berlalulintas. Salah satunya disebutkannya kecelakaan yang terjadi di Jalan Panglima Sudirman pagi kemarin. Jika pengemudi motor memahami rambu-rambu di TKP, kecelakaan lalu lintas dapat dihindari.
Namun begitu, Yunaedi menyebutkan pihaknya sudah melakukan olah TKP, dari seluruh kasus kecelakaan yang terjadi. Termasuk para korban juga sudah dimintakan visum. “Penanganan kasusnya tetap berjalan, termasuk para saksi sudah kami mintai keterangan,’’ tandasnya.(ira/han)
 
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL