Malang Post

Kriminal

Polresta Sisir Enam Titik, Polda Siapkan Sniper

Share
MALANG – Menjelang Natal dan Tahun Baru, Polres Malang Kota terus meningkatkan keamanan wilayah Kota Malang dengan menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) serentak di enam titik lokasi, pada Jumat (19/12/14) malam,. Giat operasi ini untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan ketertiban masyarakat (GKTM).
Kabag Ops Polres Malang Kota, Kompol Sunardi Riyono mengatakan, enam lokasi yang menjadi titik giat Operasi Cipkon adalah titik rawan yang ada di masing-masing kecamatan. Setiap titik kegiatan dipimpin oleh Kapolsek dengan melibatkan minimal 30 personil.
Di antaranya, Polsekta Sukun melakukan giat Operasi Cipkon di Jalan Raya Lowokdoro, yang merupakan perbatasan dengan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Polsekta Kedungkandang di depan Bank BTN Sawojajar, yang merupakan akses masuk Kota Malang. Polsekta Blimbing di depan Perum Graha Kencana Jalan Ahmad Yani Utara, yang berbatasan dengan Kecamatan Singosari.
Polsekta Lowokwaru di depan Mapolsek Jalan Raya Dinoyo. Polsekta Klojen di depan Gereja Kayutangan. Dan satu titik lagi di depan Gereja Ijen dilakukan personil Polres Malang Kota dengan dipimpin, Kompol Sunardi Riyono.
“Operasi serentak semalam kami lakukan mulai jam 23.00. Sasaran Operasi Cipkon ini adalah senjata tajam (sajam), senpi serta bahan peledak (handak). Termasuk narkotika serta kendaraan curian atau yang tidak dilengkapi dengan surat-surat,” ungkap Sunardi.
Mantan Kasatreskoba Polres Malang Kota ini menambahkan, kegiatan Operasi Cipkon memeriksa seluruh kendaraan yang melintas. Namun lebih diutamakan adalah kendaraan roda empat, seperti mobil pribadi dan mobil box.
“Kegiatan ini akan kami lakukan setiap hari sampai 23 Desember nanti. Setelah itu pada 24 Desember dilanjutkan dengan Operasi Lilin yang melibatkan 890 personil gabungan,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Malang ini.
Dari hasil giat operasi tersebut, Polsekta Klojen mengamankan empat botol minuman keras (miras) yang dibawa oleh pengendara motor. Selain itu, dari seluruh titik mengamankan dua belas unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan STNK.
Selain itu, Polsekta Sukun dari giat operasi mengamankan satu unit truk bermuatan kayu pinus yang diduga ilegal. “Untuk ilegal atau tidaknya, kami masih melakukan penyelidikan sekaligus uji kayu dengan memanggil pihak Perhutani,” tutur Kanitreskrim Polsekta Sukun, Iptu Wisnu Prasetyo.
Sementara itu Polda Jatim menyiapkan penembak jitu (sniper) di beberapa titik rawan saat pengamanan hari Natal dan Tahun Baru. Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan, antisipasi ini dilakukan untuk mengantisipasi serangan teroris. "Kita sudah rapat koordinasi dan mapping wilayah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dengan menempatkan personal dengan upaya pencegahan," kata Anas kepada wartawan di Mapolda Jatim.
Anas menjelaskan, salah satu parameter daerah rawan, dilihat berdasarkan banyaknya jumlah Gereja serta daerah yang ditengarai menjadi basis kelompok radikal. Dari hasil rapat koordinasi dan pemetaan, wilayah Polda Jawa Timur menetapkan beberapa daerah rawan, yaitu Surabaya, Malang, Magetan, Pasuruan, Mojokerto dan beberapa daerah di Tapal Kuda.
Namun demikian, Mantan Waka Bareskrim Mabes Polri ini masih melihat daerah di Jawa Timur ini masih tergolong kondusif, sehingga, dia berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak terlalu mencemaskannya, namun tetap berada dalam kewaspadaan. "Masyarakat tenang saja, Jatim masih kondusif, sekaligus nanti akan kita tempatkan sniper-sniper demi menjaga situasi Kamtibmas selama Natal dan Tahun Baru 2015," pungkasnya.(agp/jpnn/han)
 
comments

Page 1 of 1074

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »