Minta Tanggungjawab Malah Dianiaya

MALANG – Nasib malang dialami Dina (nama samaran, red), warga Jalan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Wanita berusia 19 tahun ini, mengadu ke petugas Polsekta Kedungkandang telah menjadi korban penganiayaan. Pelaku yang menganiayanya adalah MA, 23 tahun kekasihnya.
Dina, dianiaya dengan tamparan dua kali di bagian wajah kanan kirinya. Saking kerasnya pukulan tersebut, membuat telinganya sampai berdarah. Penganiayaan terjadi ketika Dina meminta pertanggungjawaban MA.
Diperoleh keterangan, peristiwa penganiayaan terjadi di depan kantor BPN Kecamatan Kedungkandang, Kamis (12/3) siang lalu sekitar pukul 14.00. Sebelumnya, Dina mengajak janjian MA untuk bertemu di depan kantor BPN. Saat janjian, Dina menyampaikan kalau ingin mengatakan sesuatu yang penting.
Ketika bertemu, Dina lalu mengatakan kalau dia meminta pertanggungjawaban pada MA. Alasannya, Dina tengah hamil dua bulan akibat dari hubungan gelap yang mereka lakukan. Saat dimintai pertanggungjawaban, MA malah marah-marah. Ia kemudian menampar wajah korban.
Akibat tamparan keras tersebut, telinga Dina sampai berdarah. Melihat kekasihnya menangis sembari menahan sakit, MA bukannya kasihan dan minta maaf. MA malah pergi meninggalkan Dina. Sementara Dina yang tidak terima, lantas melaporkannya ke petugas Polsekta Kedungkandang. Untuk memperkuat laporannya, korban juga sudah dimintakan visum.
Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Putu Mataram membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Dina mengaku telah dianiaya karena meminta pertanggungjawaban, lantaran tengah mengandung. Namun laporan penganiayaan tersebut, sudah dicabut oleh korbannya setelah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Permasalahannya sudah selesai. Kasusnya diselesaikan kekeluargaan oleh kedua pihak. MA, kekasihnya yang melakukan pemukulan sudah meminta maaf serta mau bertanggungjawab,” jelas Putu Mataram.(agp/nug)