Pencuri Modus Pecah Kaca Makin Berani

MALANG – Pelaku kejahatan tidak akan berhenti. Selama ada kesempatan, mereka akan beraksi. Begitu juga dengan kawanan pencuri spesialis pecah kaca mobil, yang selama ini menghantui wilayah Kota Malang. Selagi ada sasaran barang yang diincar, mereka akan langsung beraksi.
Seperti aksi pencurian modus pecah kaca mobil Kamis (12/3) sore lalu. Pelaku beraksi di Jalan Mojo Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen. Sasarannya sebuah laptop merek Axus milik Eka Cahya, 19 tahun, mahasiswi asal Kota Bima.
Kisahnya, sore itu sekitar pukul 16.00, Eka bersama dengan temannya baru saja jalan-jalan. Kemudian mereka berhenti di rumah makan Fresh Point Jalan Mojo. Setiba di depan rumah makan, Eka memarkir mobilnya. Setelah diyakini sudah aman dan semua pintu mobil terkunci, ia lalu masuk ke dalam rumah makan.
Eka lupa tidak membawa serta laptop miliknya. Sekitar 30 menit setelah selesai makan, Eka kaget ketika melihat kaca jendela mobil belakang sebelah kiri pecah. Lebih terkejutnya ketika melihat laptop miliknya sudah tidak ada. Karena yakin telah menjadi pencurian, ia lantas melaporkannya ke polisi.
“Untuk laporan korban ini sudah kami diterima. Perkaranya sekarang sedang dalam proses penyelidikan, dengan meminta keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian,” ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Aksi pencurian juga terjadi di Jalan Pisang Candi Barat, Malang. Pelaku tiga buah laptop, HP Samsung serta dua buah dompet milik beberapa mahasiswa yang kos di tempat itu. Salah satu korbannya adalah Ahmad Fachris, 18 tahun, mahasiswa asal Dusun Pandanploso, Desa/Kecamatan Wonosari.
Menurut keterangan Fachris kepada penyidik, sebelum hilang laptop tersebut baru saja digunakan mengerjakan tugas kuliah sampai pukul 01.00. Mungkin karena kecapekan, Fachris dan temannya sampai ketiduran. Mereka lupa tidak menyimpan laptop miliknya masing-masing.
Sekitar pukul 04.30, ketika bangun tidur hendak salat Subuh, Fachris dan temannya kaget, karena melihat semua barang sudah tidak ada di tempatnya semula. Lantaran yakin telah kemalingan, mereka lalu melaporkannya ke polisi.(agp/nug)