Bawa Kabur Pacar Dipolisikan

Tersangka Muhammad Sholeh saat di Mapolres Malang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

PAKISAJI- Perbuatan Muhammad Sholeh, 23 tahun warga Desa Segenggeng, Kecamatan Pakisaji, tidak sesuai dengan namanya. Perbuatannya terbalik 180 derajat dengan namanya. Dia nekat membawa kabur Mawar (bukan samaran, red), 17 tahun warga Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen. Tidak hanya dibawa kabur, dia juga dilaporkan keluarga korban melakukan hubungan layaknya suami istri.
“Dari pengaduan awal keluarga korban, petugas langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka di rumahnya. Dari penangkapan itu, tersangka mengakui memang mengajak korbannya selama 20 hari,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Dalam pemeriksaan awal, Sholeh tidak mengakui perbuatannya, jika dia melakukan hubungan badan dengan Mawar Namun, petugas akan melakukan pengembangan dari hasil visum. Sehingga, akan diperoleh kepastian mengenai tuduhan tersebut.
“Untuk sementara masih disangka dengan Pasal 332 KUHP tentang membawa lari anak di bawah umur. Jika tuduhan hubungan badannya benar, maka akan dijerat dengan pasal tambahan,” ujarnya.
Disinggung mengenai aksi pelaku, Wahyu mengatakan, selama 20 hari itu tersangka dan korban berpindah tempat. Selama empat hari menginap bersama teman pelaku. Selebihnya, tinggal di rumah orang tua tersangka.
Muhammad Sholeh saat diminta keterangan, mengaku bahwa dirinya suka dengan korban. Selama hampir sebulan, mengajak korban tinggal bersamanya. “Saya dengan korban pacaran. Hubungan itu, sudah terjalin empat bulan ini. Saya kenal dengan korban, melalui teman saya,” ujarnya.
Ditanya mengenai hubungan badan, Sholeh mengaku, kalau hal tersebut tidak dilakukannya. Sebaliknya, tersangka menjelaskan, selama 20 hari hanya tidur bersama. “Tidak, saya tidak melakukan hubungan badan,” lanjutnya. (sit/aim)