Penjambret di Sawojajar Keok Dimassa

MALANG – Dua  penjambret  keok  jadi bulan-bulanan massa saat beraksi di Jalan Ranugrati perumnas Sawojajar Kota Malang,Jumat malam (13 Maret 2015). Mereka berdua  adalah  Mohammad Nukman Kusuma, 28 tahun, warga Jalan Jabung, Desa/Kecamatan Jabung dan Yandi alias Angga, 25 tahun, warga Jalan Lesti, Kecamatan Blimbing, Kota Malang saat  beraksi  di Jalan Terusan Danau Toba. Hingga tadi malam,mereka masih menjalani perawatan intensif di IGD RS Saiful Anwar Malang.
Malam itu, korban  Yunda Nur Fabriana (17 tahun) warga Jalan Ki Ageng Gribik Gang VII Kecamatan Kedungkandang Kota Malang   mengendarai motor Honda Beat nopol N 4428 AX berboncengan dengan Riza baru saja pulang mengikuti presentasi produk Melilea. Karena kondisi jalan tidak seberapa terang Riza pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Sampai di depan toko Serba 5000, tiba-tiba sebuah motor Honda Beat N 4187 GJ   dikendarai pelaku muncul.
Yunda dan Riza awalnya tidak menyangka  jika pelaku yang mengendarai motor di belakangnya adalah pelaku kriminal. Sehingga keduanya pun tetap santai mengendarai motor. Yunda baru curiga, setelah tangan Mohammad Nukman Kusuma yang mengemudikan motor Honda Beat N 4187 GJ  merogoh ke sela-sela badannya. “Saat itu saya membawa tablet merek Axioo yang saya dekap di depan perut,’’ kata Yunda kepada Malang Post. Tablet itupun berhasil diambil oleh Nukman, dia pun langsung kabur setelah aksinya sukses.
Yunda yang kaget tabletnya dibawa kabur orang  tak dikenal tidak tinggal diam. Selain meminta Riza mengejar, dia juga berteriak jambret. Pengejaran terhadap pelaku ini tak ubahnya adegan di film action. Itu karena baik pelaku maupun Riza yang sama-sama mengendarai motor menerobos traffic light yang ada di Simpang Empat Jalan Sawojajar.
“Saat itu pelakunya panik, dan bingung karena motornya berhasil kami kejar,’’ katanya. Akibat kepanikan itulah, motor Nukman sempat menyerempet motor lain yang melaju dari arah berlawanan. Kendati begitu, Nukman tetap tidak mau berhenti. 50 meter dari peristiwa serempetan tersebut, Yunda menendang motor yang dikemudikan Nukman.
Akibatnya, tidak hanya Yunda dan Riza yang terjatuh lantaran kondisi motornya oleh. Motor yang dikendarai dua pelaku inipun juga jatuh. Bahkan, dua pelaku ini sempat terseret laju kendaraannya, hingga 10 meter.“Begitu posisinya sejajar, saya langsung menendang motor pelaku. Saat itu yang saya ingat hanya pelakunya menggunakan helm warna hitam, dan satu lagi tidak mengenakan helm,’’ kata Yunda.
Sementara warga yang saat itu ada di TKP tidak tinggal diam. Begitu mengetahui yang terjatuh adalah jambret, mereka pun langsung merespon dengan memberikan bogem mentah kepada Yandi. Tanpa ampun, warga memukuli pria yang sekujur tubuhnya dipenuhi dengan gambar tato ini.
Sementara Nukman, yang saat itu posisinya tengkuran sempat tidak disentuh warga. Lebih-lebih, saat Nukman mendengkur. Melihat itu, warga sempat memeriksa tas yang dibawa Nukman. Saat itu juga ditemukan tablet Axioo milik korban.
Karena terbukti sebagai pelaku jambret, massa pun langsung menendangnya. Aksi massa ini kian brutal saat Nukman mulai duduk. Pukulan dan tendangan pun langsung diterimanya. Bahkan saat warga lain berusaha mengamankannya, tubuh pria ini tidak luput dari bogem mentah warga.  
Aksi brutal massa baru terhenti setelah petugas Polsekta Kedungkandang yang mendapat laporan datang ke TKP. Menggunakan mobil patroli keduanya langsung dibawa untuk diamankan. Meski sudah diamankan, warga masih tetap geram. Itu terbukti, warga sempat beberapa kali memukul mobil patrol yang membawa kedua pelaku.  “Karena kondisinya terluka, kami lebih dulu membawa keduanya ke RSSA Malang,’’ kata salah satu anggota Polsekta Kedungkandang. Sementara Yunda dan Riza malam itu juga langsung mendatangi Polsekta Kedungkandang untuk membuat laporan.(ira/nug)