Dua Pelaku Masih Kritis

UPAYA polisi mengembangkan kasus jambret di Sawojajar  Kota Malang yang dilakukan M Nukman Kusuma, 28 tahun, warga Desa/Kecamatan Jabung serta Yandi alias Angga, 29 tahun, warga Jalan Lesti Gang I Blimbing masih buntu. Pasalnya, hingga petang kemarin kondisi keduanya masih kritis.
Mereka masih dirawat di UGD RSSA Malang, akibat luka serius di sekujur tubuhnya. Terutama luka dalam di kepalanya. Bahkan, seorang pelaku yang diketahui mengalami gegar otak karena ada penggumpalan darah di kepala, rencananya harus menjalani operasi.
“Kami masih belum bisa meminta keterangan kedua pelaku. Sebab saat ini, kondisi mereka masih kritis. Keduanya belum bisa diajak bicara. Satu pelaku rencananya juga akan menjalani operasi kepala,” terang Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Putu Mataram.
Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata SIK, dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus jambret ini, masih akan dikembangkan. Pasalnya, ada kemungkinan pelaku lain selain Nukman dan Yandi. Termasuk ada TKP aksi jambret lainnya, selain di Jalan Danau Sentani, Sawojajar, Kedungkandang.
“Kami masih mengembangkan perkaranya. Karena ada indikasi mereka ini tidak hanya sekali ini beraksi. Tetapi sudah berulang kali. Apalagi sebelumnya di wilayah Kecamatan Blimbing, juga ada jambret,” jelas Singgamata.
Mantan Kapolres Lumajang ini menambahkan, sama seperti pelaku curanmor, pelaku jambret juga tidak ada kata ampun. Ia akan menindak tegas semua pelaku jambret. Pasalnya, kawanan jambret selama ini juga telah meresahkan masyarakat.
Sementara itu, dengan adanya peristiwa jambret ini, Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dengan barang bawaannya. Tidak hanya tas, termasuk hanphone serta perhiasan emas yang dipakai.
“Kami kembali mengingatkan, supaya masyarakat bisa lebih berhati-hati lagi. Apalagi saat naik motor pada malam hari. Jangan sampai mengundang pelaku kejahatan untuk beraksi,” paparnya.(agp/nug)