Jambret Apes Tak Bisa Bicara

MALANG – Kondisi dua penjambret yang babak belur dihajar massa, sampai hari Minggu (15/3) kemarin masih kritis. Kedua penjahat apes itu, dirawat di ruang 13 RSSA Malang. Mereka masih harus menjalani perawatan intensif dari tim medis.
“Kondisi mereka masih belum stabil. Keduanya masih kritis dan harus mendapat perawatan intensif,” ujar Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Putu Mataram, kepada Malang Post kemarin.
Sekadar diketahui, Jumat (13/3) malam dua pelaku jambret terkena batunya. Yakni M. Nukman Kusuma, 28 tahun, warga Desa/Kecamatan Jabung serta Yandi alias Angga, 29 tahun, warga Jalan Lesti Gang I Blimbing. Mereka dihajar massa di Jalan Ranugrati Sawojajar.
Keduanya menjadi bulan-bulanan warga, setelah tertangkap tangan menjambret tablet Axioo milik Yunda Nur Fabriana, 17 tahun, warga Jalan Ki Ageng Gribig VIII Malang. Karena kondisinya kritis, setelah diamankan dari warga mereka langsung dibawa ke UGD RSSA Malang. Bahkan Nukman, harus menjalani operasi karena ada penggumpalan darah di kepala.
Selama menjalani perawatan, lanjut Putu Mataram, keduanya mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Secara bergantian, petugas menjaga dan memantau kondisi Nukman serta Yandi. Hal itu, selain untuk selalu memantau kondisi keduanya, juga mengantisipasi supaya tidak kabur.
“Sampai saat ini, kami masih belum bisa meminta keterangan kepada keduanya. Sebab mereka masih belum bisa diajak bicara. Setelah kondisinya nanti stabil, mereka akan langsung kami bawa ke Mapolsekta Kedungkandang,” jelas Putu.
Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro, mengatakan kalau perkara jambret tersebut ditangani oleh petugas Polsekta Kedungkandang. Namun demikian, pihaknya tetap ikut memback up untuk mengembangkan perkaranya. Karena keduanya pelaku ini, diindikasi lebih dari sekali beraksi serta memiliki jaringan.
“Kasusnya tetap akan kami kembangkan. Karena selama ini, kejadian jambret yang terjadi di Kota Malang sangat banyak. Besar kemungkinan pelakunya adalah kelompok kedua tersangka jambret yang dimassa ini,” tutur Adam.
Perwira dengan pangkat tiga balok di pundaknya ini menambahkan, melihat dari aksinya Nukman dan Yandi ini kemungkinan adalah pelaku lama. Karenanya nanti setelah kondisi keduanya stabil, penyidik akan langsung menggali track record kedua pelaku ini. “Mereka ini adalah pelaku lama yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” katanya.(agp/ary)