Tim “Buru Sergap” Polda Ditangkap

PAKISAJI - Unit Reskrim Polsek Pakisaji mengamankan tiga orang pelaku yang diduga sebagai polisi gadungan, kemarin sore. Mereka diamankan di Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji.  Dalam menjalankan aksinya, mereka mengaku sebagai anggota Buru Sergap (Buser) dari Satuan Rekskrim Polda Jawa Timur dan melakukan pemerasan terhadap korbannya.
Hingga berita ini ditulis, ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Pakisaji. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, ketiga pelaku yang belum diketahui identitasnya itu, merupakan warga Kecamatan Wajak. Mereka melakukan pemerasan terhadap salah seorang warga Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji.
Modus yang mereka gunakan yakni menggunakan mobil sewaan P 1033 LS berwarna hitam, agar menyerupai petugas buser. Kemudian, mereka memangsa calon korbannya yang mempunyai suatu permasalahan dan melakukan pemerasan.
“Mereka melakukan pemerasan terhadap korbannya. Saat korban melakukan transaksi dan akan menyerahkan uangnya, mereka dapat ditangkap terlebih dahulu,” ujar salah seorang sumber Malang Post di internal kepolisian kemarin sore.
Setelah ditangkap, ketiganya langsung digelandang ke Mapolsek Pakisaji untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ditangkap itu, selain mobil yang berhasil diamankan, terdapat beberapa barang bukti yang lain. Salah satu barang bukti yang mencolok adalah beberapa kartu pers yang mereka bawa.
Salah satu kartu pers yang mereka bawa, terdapat nama media Aktual Investigasi yang berkedudukan di Kota Malang. Diduga, media tersebut abal-abal.
Melalui media abal-abal itu, mereka juga diduga juga mengaku sebagai wartawan dan melakukan pemerasan terhadap korbannya. Informasi yang berhasil dihimpun, mereka diduga melakukan pemerasan di daerah terpencil atau berada di desa-desa. Modus yang digunakan, mereka menyoroti program yang dilakukan pemerintah desa.
Kemudian mereka mengancam akan memuatnya di media mereka, bila terdapat program yang bermasalah. “Bisa jadi mereka melakukan pemerasan terhadap kepala desa atau tokoh penting yang ada di daerah tersebut,” imbuh sumber ini.
Terkait penangkapan ini, Kapolsek Pakisaji AKP Amung Sri Wulandari mengaku, pihaknya masih memintai keterangan terhadap ketiganya. “Masih diperiksa mas, sabar ya. Besok (hari ini) akan disampaikan perkembangannya,” ujarnya kepada Malang Post
Selanjutnya dia, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap seseorang maupun sekelompok orang yang mengaku menjadi anggota kepolisian. Terlebih para pelaku tersebut mengaku sebagai wartawan.
“Kalau petugas Polisi yang resmi, pasti dibekali identitas dan surat tugas. Juga tidak diperkenankan melakukan pemerasan dan bertindak sewenang-wenang,” terangnya.(big/ary)