Polsek Lepas Satu Polisi Gadungan

PAKISAJI- Unit Reskrim Polsek Pakisaji, terus mengusut dugaan pemerasan yang dilakukan oleh tiga pelaku yang mengaku dari buru sergap (Buser) Polda Jawa Timur. Satu dari dua pelaku yang diamankan pada hari Minggu (15/3), dibebaskan. Sedangkan dua pelaku lainnya, tetap ditahan dan melanjutkan proses hukumnya.
Satu pelaku yang dibebaskan itu bernama Silsirih, 33 tahun, warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedangkan dua pelaku lainnya yang masih diamankan  Didik Suryanto, 28 tahun, warga Desa Bringin Kecamatan Wajak dan Oskar, 30 tahun warga NTT.
“Karena tidak ada bukti dan laporan yang mengarah kepadanya, maka yang bersangkutan kami bebaskan siang tadi (Kemarin siang),” ujar Kanit Reskrim Polsek Pakisaji Aiptu Gatot Suhadi kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, perisiiwa ini, bermula dari pemerasan di Dusun Segenggeng Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji. Tiga orang menggunakan mobil sewaan Toyota Avanza P 1033 LS, ketiganya melakukan pemerasan. Mereka memeras salah seorang warga bernama Suyono, 45 tahun yang mempunyai usaha mainan dindong untuk anak-anak. Kedatangan mereka ke tempat itu, untuk melakukan pemerasan terhadap korban.
“Untuk pelakunya, ternyata dua orang. Sedangkan seorang lainnya yang kami bebaskan itu, tidak tahu bahwa akan diajak melakukan pemerasan itu,” terangnya. Lanjutnya, dua orang pelaku turun dari mobil dan mengaku dari Buser Polda Jawa Timur. Kedatangan mereka akan mengobrak arena dingdong yang diduga sebagai arena judi.
Selain itu, mereka berdua yakni Oksjar dan Didik mengatakan, bahwa arena dingdong itu illegal dan tidak memiliki izin. Sehingga harus ditertibkan. Bila tidak ingin ditertibkan, mereka meminta uang senilai Rp 300 ribu kepada korban. “Karena ketakutan diancam akan ditertibkan, maka korban berniat menyerahkan uang itu,” imbuhnya.
Namun, aksi kedua pelaku itu, terendus oleh petugas kepolisian. Sehingga sebelum korban menyerahkan uang tunai itu, aksi mereka bisa terlebih dahulu digagalkan. “Sedangkan hasil penyelidikan yang kami lakukan, keduanya tidak hanya sekali melainkan hal itu. Melainkan diketahui sudah tiga kali melakukan hal sama,” kata dia.
Tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) yangn dilaporkan itu, yakni Kecamatan Wajak berhasil memeras Rp 10 juta, Kecamatan Kalipare memeras Rp 3,5 juta dan Kecamatan Pakisaji yang berhasil digagalkan. “Untuk kedua tersangka, sekarang sedang kami keler ke Kecamatan Kalipare,” imbuh Gatot.
Dikatakannya, selain mengaku sebagai kepolisian, keduanya juga mengaku sebagai wartawan dari media mingguan bernama Investigasi Equtias. “Saya ini melakukan investigasi kasus perjudian di tempat itu, malah ditangkap,” ujar Oskar saat hendak dibawa kepolisian untuk dikeler. (big/aim)