Sopir Ekspedisi Bajak Truk

SURABAYA - Menjadi seorang karyawan sebuah perusahaan ekspedisi rupanya menjadi modus Budi Setyo untuk melakukan kejahatan. Begitu mendapat kepercayaan, pria 41 tahun itu langsung membajak truk bermuatan kertas."Perusahaan ekspedisi itu merupakan rekanan PT Tjiwi Kimia untuk mendistribusikan barang," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete kepada wartawan, Senin (16/3/2015).
Budi memang merencanakan itu semua. Menggunakan aplikasi dan data diri palsu. Budi melamar kerja di perusahaan ekspedisi Artomoro. Awalnya, Budi bekerja normal seperti kebanyakan karyawan.
Akhir Februari lalu, Budi diberikan tugas mengantarkan 49 palet kertas ke Jakarta. Tugas seperti itu sebelumnya sudah sering dilakukan Budi, karena tak ada kecurigaan apapun terhadap Budi. Menggunakan truk gandeng bernopol L 9895 UJ, Budi pun berangkat dari PT Tjiwi Kimia di Jalan Raya Surabaya-Mojokerto menuju Jakarta.
Tetapi di tengah jalan, truk itu dibelokkan ke Mojokerto di depan Pabrik Ajinomoto di Mlirip. Di sana sudah menunggu M. Ali. Pria 33 tahun warga Glanggang, Duduk Sampeyan, Gresik itu lalu membeli truk dan muatannya seharga Rp 100 juta. "Truk itu kemudian dibawa ke KUD Tani Jaya di Kemladi, Mojokerto," tambah Takdir.
Di Kemladi, truk itu ditangani oleh M. Yusuf, warga Kemladi, Mojokerto. Selama di KUD Tani Jaya, truk itu dipreteli untuk menghilangkan jejak. Bak truk gandeng tersebut dipreteli sehingga truk itu tak mempunyai bak.
Truk berwarna hijau dan kuning itu juga diubah catnya menjadi warna merah. Plat nopol truk yang semula L9895 UJ diganti menjadi L 8660 UA. 33 palet kertas sempat dijual kepada penadah yang lain. "Kami tangkap tersangka Ali dan Yusuf. Budi masih buron. Kami perkirakan pelaku semuanya berjumlah 5 orang. Kami masih mengembangkan kasus ini," tandas Takdir. (jpnn/dtc/udi)