Lagi, Perampok Stun Gun Beraksi

MALANG – Aksi perampokan Indomaret kembali menampar wajah Polres Malang Kota. Di saat Polisi mengejar pelaku perampokan Indomaret Jalan Bendungan Sutami Selatan. Dinihari (17/3) kemarin, perampok bersenjata setrum (stun gun) itu, justru beraksi lagi di Indomaret Jalan Trunojoyo Klojen Kota Malang sekitar pukul 04.15.
Aksi ini merupakan modus baru. Pelaku diduga sama dengan yang beraksi di Bendungan Sutami Selatan. Dari informasi yang dihimpun Malang Post, modus dan ciri-ciri pelaku perampokan sangat mirip.  Pelaku datang sendirian, menggunakan helm putih, masker, jaket kain dan celana 3/4. Kemudian, pelaku menodongkan alat kejut listrik voltase tinggi ke arah pegawai.
Ciri-ciri pelaku juga sama, tubuhnya agak gemuk dan tingginya seperti pria dewasa pada umumnya. Logat Jawanya masih kental. Pelaku menggasak uang di brankas yang ada di gudang belakang.
Bedanya dengan kasus di Indomaret Bendungan Sutami Selatan, kali ini pelaku mengurung kedua pegawai, SA 30 tahun dan AI 21 tahun di gudang dari luar. Sehingga membuat kedua pegawai tersebut keluar lewat saluran angin.
Saat itu, di meja kasir hanya ada SA. Sedangkan AI, sedang berada di gudang. SA ditodong di bagian punggung, kemudian diarahkan ke gudang untuk mengambil uang di brankas. AI pun ikut panik melihat temannya ditodong.
"Setelah mendapatkan uang, pegawai dikurung dan pelaku kabur," ungkap Kapolsek Klojen, Kompol Teguh Priyo Wasono usai olah TKP.
Sebelum kabur, pelaku menyempatkan ambil beberapa bungkus rokok. Kali ini, pelaku mengambil rokok sebanyak dua bungkus dengan merek yang masih tidak diketahui.
Setelah dihitung, kerugian yang dialami Indomaret Trunojoyo mengalami kerugian Rp 9.107.100 dan dua bungkus rokok.
Perlu diketahui, pada Jumat, 6 Februari 2015 Indomaret Bendungan Sutami Selatan juga dirampok dengan modus menggunakan modus alat kejut listrik. Pegawai juga menurut dengan pelaku, tanpa perlawanan. Kerugian yang dialami saat itu, sekitar Rp 8.446.000 dan lima bungkus rokok senilai Rp 100 ribu.
Sampai kemarin siang, kedua pegawai masih diperiksa di Mapolsek Klojen, Malang. Kasus ini, ditangani oleh tim gabungan Polsek Klojen dan Polres Malang Kota. "Polisi akan mendalami kasus ini, kami belum bisa mengambil kesimpulan kalau pelaku di kedua kejadian sama," ujar Teguh.

Diduga Orang Dalam Terlibat
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata menilai pihak Indomaret harus melakukan evaluasi atas dua kasus perampokan yang terjadi dalam sebulan ini. Pasalnya, dari dua kasus di Jl Bendungan Sutami dan di Jl Trunojoyo, sama sekali tidak ada perlawanan dari pegawai.
Dari rekaman CCTV, kata Singgamata, para pegawai yang ditodong dengan alat kejut listrik itu sama sekali tidak ada perlawanan. Padahal, pelaku perampokan hanya satu orang, sedangkan pegawai dua orang. "Tapi pegawainya menurut saja saat disuruh ke gudang dan buka brankas," kata Singgamata, kemarin.
Ditambahkan, secara logika seharusnya satu pelaku bisa melakukan perlawanan. Atau, paling tidak kabur keluar dan berteriak minta tolong. Toh, yang dibawa pelaku hanya alat kejut listrik, bukan senjata api atau senjata tajam. Tapi ini, tanyanya, korban hanya diam dan menurut.
Dugaan polisi kalau ada persekongkolan menguat. Singgamata mengatakan, sangat ada kemungkinan, kasus-kasus ini merupakan ulah persekongkolan.
"Sangat memungkinkan, tapi bukan berarti saya menyimpulkan kalau ini persekongkolan. Polisi akan mendalaminya," kata mantan Kapolres Lumajang ini.
Singgamata menegaskan, pihak Indomaret harus segera melakukan evaluasi dan melatih para pegawainya untuk sigap menghadapi situasi darurat. Bila terus seperti ini, katanya, pihaknya akan menyarankan Wali Kota Malang HM Anton untuk mengkaji ulang izin minimarket buka 24 jam.
"Tadi (kemarin) saya juga investigasi, pihak Indomaret juga tidak merasa bersalah. Jangan mentang-mentang ada asuransi, terus menyepelekan keamanan," ungkapnya.
Ditanyai apakah pelaku dari kedua kasus sama, Singgamata menjawab kalau sementara ini pelaku mengarah kepada orang yang sama. Untuk kasus di Jl Bendungan Sutami, polisi sudah mendapatkan identitas dan alamat pelaku. Namun, sampai saat ini pelaku masih belum bisa ditemukan.
"Kita terus mengejar. Pelaku ini pindah-pindah. Polisi sudah menyelidiki ke alamat pelaku, tapi dia tidak ada di sana. Polisi, terus melakukan pengejaran. Tapi lagi, pihak Indomaret harus evaluasi soal keamanan," pungkasnya.
Sementara, koordinator Indomaret wilayah Klojen dan Lowokwaru Kota Malang, Utomo saat ditemui di lokasi kejadian, membantah ada persekongkolan orang dalam dengan pelaku. Alasannya, ikatan batin antara pegawai dan manajemen di Indomaret Jawa Timur sangat kuat.
"Tidak mungkin, soalnya kalau di Jawa Timur ini ikatan batinnya kuat. Pegawai tidak akan mau melakukan hal tersebut. Kalau di luar Jawa Timur, baru mungkin," dalihnya.
Utomo kaget, karena dua kasus yang terjadi dalam bulan ini merupakan Indomaret yang berada di wilayahnya. Dia juga meyakinkan, kalau pelaku di kedua tempat itu sama. Utomo mengatakan, dari rekaman CCTV yang ada modus dan ciri-ciri pelaku sangat mirip.
"Hanya helmnya saja yang berbeda. Ini juga tidak tahu, saya juga pusing, kok bisa sebulan dua Indomaret di bawah lingkungan saya yang kena," tutupnya. (erz/ary)