Sindikat Pemalsu Paspor

KEPANJEN - Kantor Imigrasi Kelas I Malang, angkat bicara terkait kasus pemalsuan paspor yang dilakukan Arsawi, warga Desa Sidorejo Kecamatan Ampelgading. Pihak imigrasi siap berkoordinasi dan memenuhi panggilan dari penyidik Satreskrim Polres Malang. Pihak Polres Malang memang segera mendatangkan staff Imigrasi Kelas I Malang sebagai saksi ahli.
Kasi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Malang, Galih Priya Kartika Perdana mengatakan, sejauh ini pihaknya belum dipanggil oleh penyidik kepolisian. “Kami belum tahu modus pemalsuan paspor ini. Apakah paspor palsu itu dikeluarkan Kantor Imigrasi Malang atau daerah lain,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, ada empat jenis paspor yang dikatakan palsu. Yakni identitas paspor palsu, blanko palsu, nomor register palsu dan bahan pembuatan buku nikah palsu. Sedangkan dia mengaku belum mengetahui jenis paspor palsu yang sedang ditangani Polres Malang. Termasuk modus operandi yang digunakan oleh pelakunya.
“Biasanya, yang dipalsukan itu identitasnya untuk mengelabuhi petugas imigrasi,” imbuhnya.
Lanjut dia, modus yang dilakukan untuk memalsu identitas, yakni mengubah nomor register yang tertera pada buku paspor tersebut. Tentunya, identitas yang tertera tidak sama degan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Lanjut dia, ada tiga cara yang bisa ditempuh masyarakat untuk mengurus pasport tersebut. Yakni dengan datang langsung ke Kantor Imigrasi, mengurusnya lewat situs online dan mengurusnya lewat agen perjalanan. Disinggung mengenai kemungkinan besa pemalsuan dilakukan lewat agen perjalanan, dia tidak menampiknya.
“Semua hal itu, bisa saja terjadi. Pada intinya, kami harus mengetahui secara jelas terlebih dahulu duduk persoalan maupun kronologis dari permasalahan ini,” terangnya.
Sedangkan terkait pemalsuan buku nikah, bisa saja dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab dan mengatasnamakan Kantor Urusan Agama (KUA).
“Kalau menjual buku nikah kepada pihak lain, apalagi hingga dipalsu, maka itu tidak diperkenankan,” terang Petugas KUA Kepanjen Ahmad Khudori terpisah.
Sementara itu, kasus pemalsuan paspor dan buku nikah yang dilakukan Arsawi, diduga melibatkan jaringan lebih luas. Saat ini, Satreskrim Polres Malang itensif mengembangkan kasus ini.
Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo SH MHum mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan memanggil saksi ahli dari Kantor Imigrasi Kelas I Malang. “Tujuan pemanggilan itu, untuk melakukan klarifikasi apakah buku passport ini pernah dikeluarkan oleh Kantor Imigrasin atau tidak,” terangnya.(big/ary)