Kecil-kecil Berani Jadi Pencuri

Tersangka ES, saat diperiksa oleh penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang kemarin

KEPANJEN- Usianya baru 13 tahun, ES, warga Desa Tangkilsari Kecamatan Tajinan, tapi sudah berani melakukan pencurian. Dia ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satrekrim Polres Malang di rumahnya kemarin, karena terbukti melakukan pencurian di rumah tetangganya bernama Mashudi, 35 tahun.
“Tersangka ES, kami tangkap hasil pengembangan terhadap tersangka Rizki, yang sebelumnya sudah kami tangkap terlebih dahulu,” ujar Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo SH Mhum, kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, aksi pencurian tersebut dilakukannya pada pertengahan bulan Februari yang lalu. Ide pencurian itu berasal dari temannya bernama Rizki, 19 tahun, warga Desa Jatisari Kecamatan Tajinan. Keduanya melakukan pencurian pada malam hari, saat penghuni rumah tersebut sedang tidur terlelap. Modus yang dilakukan, yakni mencongkel jendela samping rumah korban menggunakan obeng.
“Yang menjadi eksekutor ada tersangka ES ini. Sedangkan tersangka Rizki, mengawasi dari kejauhan,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya ini.
Setelah jendela terbuka, ES masuk dengan cara melompat. Dari dalam rumah itu, dia menyikat beberapa barang berharga yakni sebuah HP dan laptop yang tergeletak di ruang keluarga. Setelah berhasil menyikat barang berharga itu, dia keluar melalui jendela tersebut. Mereka kabur begitu saja. Korban yang mengetahu menjadi korban pencurian, lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tajinan. Petugas yang menerima laporan, langsung melakukan penyelidikan.
“Kasus ini dapat terungkap, saat ada salah seorang warga yang memergoki mereka keluar dari halaman rumah tersebut. Hal itu diketahui, saat petugas mengumpulkan keterangan dari warga sekitar,” kata pria yang juga menjabat Kanit Idik IV ini. Setelah identitas tersangka diketahui, kemudian petugas menangkap Rizki di rumahnya.
Sedangkan Rizki yang ditangkap, ikut mencatut nama ES. Sementara itu, ES di hadapan penyidik yang memeriksanya, mengaku hanya dapat bagian Rp 400 ribu. “Kedua barang curian itu, kami jual dengan harga Rp 1 Juta. Rizki mendapatkan Rp 600 ribu, sedangkan saya hanya mendapatkan Rp 400 ribu,” terangnya.
Lanjut tersangka, uang tersebut digunakan keduanya untuk menyewa vila di Songgoriti Kota Batu. Kemudian, sebagian uangnya diberikan makanan dan rokok. “Kami hanya menyewa vila di Songgoriti dan membeli rokok. Tidak ada pesta minuman keras (Miras). Kami juga tidak melakukan pesta seks,” kilah tersangka. (big/aim)