Penjahat Jalanan Teror Kota Malang

Tia Sukma staff fungsional Humas Pemkot Malang dirawat di rumah sakit setelah jadi korban jambret, Rabu (18/3) malam lalu.

Selang 35 Menit, Kerjai Dua Wanita di Lokasi Berbeda
MALANG–Penjahat jalanan kian merajalela ketika Polres Malang Kota sedang serius memerangi pelaku curanmor. Kawanan kelompok ‘kelelawar’ (sebutan untuk pelaku jambret, red) ini, terus meneror Kota Malang. Rabu (18/3) malam lalu, hanya berselang sekitar 30 menit dua jambret beraksi di dua lokasi yang berbeda.
Pertama jambret beraksi di Jalan Panglima Sudirman Malang (depan SPBU atau dekat bundaran depan SMP Negeri 5 Malang, red), sekitar pukul 20.15. Korbannya adalah staf fungsional Humas Pemkot Malang. Yaitu Tia Sukma, 30 tahun, warga Perum Pondok Indah Estate, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing.
Tia, menjadi korban penjambretan saat pulang kerja. Malam itu, ia baru saja menghadiri kegiatan di Balai Kota Malang. Ibu dua anak ini, pulang dengan mengendarai sepeda motor seorang diri. Tas berisi handphone Samsung, dicangklongkan di bahu kanan.
Ketika melintas di lokasi kejadian, mendadak dari arah belakang ada dua orang pria berboncengan motor bebek memepet motornya. Seorang pelaku yang dibonceng, langsung menarik tas yang dibawa Tia. Saking kerasnya tarikan, membuat Tia jatuh tersungkur dari motor.
Tas miliknya pun melayang dibawa kabur pelaku. Selain itu, wajah sebelah kirinya babras. Bahkan, ia juga harus mendapat jahitan pada dahi serta bibir atas di RS Lavalete Malang.
“Tetapi setelah dibawa kabur, tas saya dibuang tak jauh dari lokasi dijambret. Mereka hanya mengambil HP saja. Pelakunya dua orang berboncengan tidak menggunakan helm,” terang Tia Sukma.
Ia mengatakan, sebelum dijambret, saat belok kiri dari arah Jalan Dr Cipto, ada dua orang berboncengan motor berteriak memanggil dan membunyikan klakson. “Saat saya menoleh ke samping kanan, ternyata di sampingi kiri sudah ada dua pelaku berboncengan dan langsung menarik tas,” ujar Tia.
Namun demikian, Tia mengaku tidak melaporkan peristiwa jambret yang dialaminya ke polisi. Ia tidak mau repot mondar-mandir. Sekalipun dalam HP miliknya, terdapat data rilis Kerja Pemkot, serta data penting lainnya.
Korban jambret lainnya adalah Vita Kristiandari. Wanita berusia 41 tahun ini, dijambret saat melintas di simpang empat Jalan Sulfat Malang. Menurut Vita, peristiwa penjambretan yang dialaminya terjadi sekitar pukul 20.40. Dengan mengendarai Honda Vario, ia mau menjemput Iqbal, anaknya yang sedang mengikuti les di Jalan Jembawan, Sawojajar II, Pakis.
Saat melintas di lokasi, mendadak dari sebelah kiri muncul dua orang berboncengan motor. Salah satu pelaku lalu merampas dompet korban yang ditaruh pada setir. Saat dompet ditarik, korban yang kaget dan tidak siap langsung  terjatuh dari motor.
Untungnya, Vita selamat dan tidak mengalami luka serius. Termasuk dompetnya juga selamat. Sebab begitu ditarik, dompet korban terjatuh dan diamankan warga sekitar. “Dompetnya berisi beberapa kartu identitas dan uang. Tetapi untungnya dompet masih selamat karena terjatuh,” kata Vita.
Warga Jalan Maninjau Barat, Sawojajar ini menambahkan, kecurigaan kalau dia diikuti penjahat jalanan, ketika keluar dari jalan rumahnya. Ia merasa diikuti oleh dua orang berboncengan motor. “Ketika merasa diikuti, saya langsung tancap gas. Tidak tahunya ketika di simpang empat Sulfat, pelaku sudah disebelah kiri,” tuturnya sembari mengatakan kalau kejadian itu tidak dilaporkan ke polisi.
Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata SIK dikonfirmasi mengatakan bahwa hak korban untuk tidak melaporkan ke polisi. Sekalipun awal penyelidikan sebuah kasus, diawali dari laporan korban. Namun demikian, polisi tetap akan mendata sebagai bahan awal penyelidikan. Karena kasus jambret ini, adalah permasalahan yang meresahkan masyarakat, sehingga tetap dilakukan penyelidikan.
“Fokus kami memang memerangi curanmor. Namun bukan berarti kami tinggal diam terkait kasus ini. Nantinya sambil jalan, kami juga akan membentuk tim khusus lagi untuk memburu pelaku jambret ini,” jelas Singgamata.
Mantan Kapolres Lumajang ini mengimbau kepada masyarakat, terutama wanita yang mengendarai motor sendirian pada malam hari, jangan sampai mengungdang orang untuk berbuat kejahatan. Misalnya menaruh tas di belakang setir, memegang HP atau menaruh barang berharga yang mudah dirampas. “Mari kita bersama-sama waspada, dan memerangi pelaku kejahatan di Kota Malang,” sambungnya.(agp/ary)