Miliarder Dadakan Rawan Jadi Korban Kejahatan

MALANG – Polisi mulai mengkhawatirkan sejumlah warga Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang, yang kaya mendadak setelah menerima dana ganti untung pembebasan lahan proyek pembangunan jalan tol Malang-Pandaan (Mapan), Kamis (19/3/15) lalu.
Pasalnya, mereka bisa jadi sasaran empuk pelaku kejahatan yang tengah berkeliaran di Kota Malang. Bagaimana tidak, sekarang puluhan warga di kelurahan tersebut mendadak dapat uang miliaran rupiah. Bahkan, ada yang sampai mendapat Rp 10 miliar. Meski, harta berlimpah tersebut saat itu diberikan melalui rekening tabungan.
Namun bila mereka tidak waspada, bisa saja pelaku penipuan, pencurian atau bahkan perampokan, mengincar mereka sejak kini. Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata menilai, puluhan warga yang menjadi orang kaya baru, merupakan potensi baru korban pelaku tindak kriminal di Kota Malang.
"Ada potensi baru, karena ada orang kaya baru yang akan menjadi incaran pelaku kejahatan. Penjahat, pasti mencari sasaran orang yang ada uangnya," ujar Singgamata kepada Malang Post saat dihubungi, kemarin (21/3/15). Menurut mantan Kapolres Lumajang ini, para warga akan lebih aman dengan menyimpan uangnya tersebut dalam bank.
Ia mengimbau warga untuk tidak menyimpan uang dalam jumlah banyak di rumah. Ambil dari bank, hanya bila memerlukan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi harta tersebut lenyap, digandol pencuri atau penjahat lain.
Singgamata mengatakan, jajaran Polsek Kedungkandang dan Bhabinkamtibmas setempat, juga telah diperintahkan untuk memberi imbauan kepada masyarakat tentang potensi ini. "Patroli rutin untuk antisipasi kriminalitas pada umumnya, juga terus dilakukan. Ya, semoga tidak ada yang tertipu pelaku kejahatan," tambahnya.
Senada, Kasat Binmas Polres Malang Kota, AKP H Susanto mengatakan, Binmas telah memberitahu warga dari rumah ke rumah, terutama yang tanahnya laku, agar tidak menyimpan uang dalam rumah. "Lebih baik dititipkan ke bank. Warga juga bisa meminta pengawalan dari polisi," ujar Santo, panggilan akrab AKP H Susanto.
Selain itu, polisi juga mengaktifkan pos keamanan lingkungan (Poskamling) setempat. Serta, dengan sistem jumputan empat sendok, petugas yang sedang bertugas jaga malam, juga akan mendatangi satu per satu rumah warga. "Sehingga dengan ini, lingkungan di kawasan tersebut lebih aman," tuturnya.
Informasi yang dihimpun Malang Post, sejak puluhan warga Cemorokandang kaya mendadak, mulai banyak bermunculan makelar tanah yang mendatangi mereka. Makelar tanah tersebut, menawarkan lahan agar dibeli mereka.
Ada pula yang mulai menawarkan jasa penanaman modal. Ini jelas membuat warga resah. Saat dikonfirmasi kemarin, lurah Cemorokandang Fatchur Rachman mengatakan, sekarang warga juga menjadi takut setelah mengambil uang di bank, mereka akan dibuntuti orang jahat. "Kami sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Kami cuma mengimbau agar warga tak takut mencairkan uang di bank,” kata ujarnya.
Mantan lurah Madyopuro ini menyebut, warga juga tidak perlu takut meminta pengawalan dari polisi bila ingin mencairkan uang. Ini demi keamanan para warga. Sebanyak 60 warga menerima dana ganti untung pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Mapan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengucurkan dana sebesar Rp 110,7 milyar untuk pembelian lahan lahan seluas 130.000 m2. (erz/han)