Tangkap Copet dari Transaksi ATM

MALANG – Upaya polisi mengembangkan kasus kriminalitas di Kota Malang, mendapat kendala. Dua pelaku kejahatan yang sebelumnya ditangkap, sama-sama bungkam. Keduanya yang mendapat julukan ‘kayu mati’ ini tetap tidak mau buka mulut. Sekalipun mereka sudah dihadiAhi timah panas di kaki kanan serta babak belur akibat amuk massa.
Haryanto, warga Dusun Sumberejo (Doko), Desa Sumbersari, Kecamatan Gedangan ini contohnya. Ia tetap ngotot mengaku baru dua kali mencuri motor di Kota Malang. Padahal residivis kasus curanmor ini, sudah ditembak di kaki kanannya. Bahkan ia sama sekali tidak gentar meskipun rekannya Sukarno, warga Dusun Sumber Perkul, Desa/Kecamatan Gedangan sudah ditembak mati oleh Timsus Anti Curanmor Polres Malang Kota Rabu (18/3/15) pagi lalu.
“Sampai saat ini kami masih terus mengembangkan kasusnya. Yang bersangkutan (Haryanto, red) masih tetap bungkam. Baru dua TKP pencurian saja yang diakui dilakukan bersama temannya Sukarno. Itupun karena ada barang bukti yang kami temukan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro.
Meski demikian, Adam mengatakan pihaknya tetap akan mengembangkan perkaranya. Karena disinyalir, Haryanto lebih dari dua kali mencuri motor di Kota Malang. Termasuk memburu jaringan kelompok curanmor Gedangan. Sebab dari data di kepolisian, selama 2014 tercatat ada 1600 kasus curanmor. Sedangkan 2015 sampai pertengahan Maret, sudah ada 152 kasus curanmor.
Sebutan ‘kayu mati’ juga ditujukan pada Yandi alias Angga, warga Jalan Lesti Gang I Blimbing. Pelaku jambret yang sebelumnya dihajar massa di Jalan Ranugrati Sawojajar, Kedungkandang pada Jumat (13/3) lalu ini, juga bungkam. Pemuda berusia 29 tahun, yang sempat dirawat selama sepekan di RSSA Malang ini, ngotot baru sekali saja beraksi.
“Untuk Yandi baru kemarin lusa (Kamis, red) kami jemput di RSSA Malang, setelah kondisinya sudah stabil. Ia kami periksa terkait kasus jambret yang dilakukannya. Dalam pemeriksaan, ia mengaku baru sekali saja. Tetapi kami sama sekali tidak percaya dan tetap kami kembangkan,” terang Kompol Putu Mataram.
Sedangkan untuk rekannya M Nukman Kusuma, 28 tahun, warga Desa/Kecamatan Jabung, lanjut Kapolsekta Kedungkandang ini, masih dalam perawatan di ruang 13 RSSA Malang. Nukman yang mengalami pendarahan di kepala akibat amuk massa, harus menjalani operasi.
“Nukman kondisinya masih belum stabil. Ia baru kemarin menjalani operasi di kepala. Jika kondisinya sudah stabil, ia akan kami jemput untuk diperiksa. Selama menjalani perawatan, tetap dalam penjagaan anggota kami,” tutur Putu.
Sekadar informasi, Yandi alias Angga serta M Nukman Kusuma ini, sebelumnya menjadi bulan-bulanan massa di Jalan Ranugrati Sawojajar. Keduanya dihajar massa, setelah menjambret tablet Axioo milik Yunda Nur Fabriana, 17 tahun, warga Jalan Ki Ageng Gribig VIII Malang. Karena kondisinya kritis, setelah diamankan dari warga mereka langsung dibawa ke UGD RSSA Malang.
Sementara, Kamis (19/3) malam lalu anggota Unit Reskrim Polsekta Klojen, menangkap seorang copet angkot. Tersangkanya adalah Kolili alias Mentong, 32 tahun. Warga Jalan Gadang Gang 21 C Kecamatan Sukun ini, diringkus usai mencopet HP. Korbannya seorang guru di SMA 2 YPK Jalan Kelud Malang, yaitu Yuliani, warga Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak.
Kanitreskrim Polsekta Klojen AKP Danang Yudanto mengatakan, penangkapan Kolili  berdasarkan laporan Yuliani. Wanita berusia 56 tahun itu melapor ke petugas Polsekta Klojen pada Rabu (18/3). Dalam laporannya, semula Yuliani bercerita dompet berisi uang Rp 400 ribu, ATM serta beberapa identitas lainnya hilang pada Selasa (17/3/15).
Saat itu, Yuliani sedang menjaga siswa yang tengah ujian. Sekitar pukul 10.00, ia keluar kelas karena dipanggil guru lainnya. 10 menit kemudian Yuliani kembali menjaga siswa ujian di kelas. Baru sekitar pukul 12.00 ia pulang ke rumah. Saat sampai di rumah, diketahui dompet di dalam tas miliknya hilang. Dan keesokan harinya saat mau melapor, uang dalam ATM BRI sudah terkuras Rp 33,4 juta.
Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan, diketahui pelaku menguras uang korban di ATM Gadang. Berangkat dari itulah, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan dan berhasil menangkap Kolili, saat mau mengambil uang lagi di ATM.
Dalam pemeriksaan, Kolili mengaku mendapat dompet miliki Yuliani, karena mencopet saat korban naik angkot dari Terminal Gadang. “Ia mengaku bisa menguras uang dalam ATM, karena di dalam dompet ada PIN ATM. Korban sengaja mencatat PIN ATM di dompet karena pelupa. Tersangka sendiri, mengatakan baru sekali saja mencopet. Tetapi kami tetap akan mengembangkannya,” papar Danang Yudanto.(agp/han)