Polisi Tangkap “Kelelawar” Besar

MALANG – Belum berhasil menangkap perampok Indomaret, Polisi justru menangkap penjahat jalanan. Setelah sebelumnya dua pelaku jambret babak belur dihajar massa di Jalan Ranugrati Sawojajar Malang, akhir pekan lalu polisi kembali mengamankan salah satu kawanan ‘kelelewar’ (sebutan pelaku jambret).
Berdasarkan sumber internal Malang Post di kepolisian, pelaku diketahui berinisial Z. Ia merupakan warga asli Pamekasan Madura, yang tinggal di Jalan Gadang Kecamatan Sukun. Z diamankan petugas Reskrim Polsekta Kedungkandang, sesaat setelah menjalankan aksinya di wilayah Sawojajar.
Belum diketahui pasti berapa jumlah TKP jambret yang dilakukan oleh Z selama ini. Termasuk siapa saja jaringannya. Pihak kepolisian masih sengaja merahasiakan, karena ada pelaku lain yang belum tertangkap.
Namun demikian, Z ini diindikasi adalah pelaku jambret yang selama ini ‘gentayangan’ di Kota Malang. Aksinya cukup banyak, tidak hanya di Kecamatan Kedungkandang, termasuk di wilayah Kecamatan Klojen, Sukun serta Blimbing.
Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata SIK, dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan pelaku jambret tersebut. Namun mantan Kapolres Lumajang ini, masih belum mau memberikan data secara detail. Ia mengatakan masih mengembangkan perkaranya.
“Benar memang ada. Besok pagi (pagi ini, red) akan kami ekspose besar-besaran. Untuk sekarang (kemarin, red) kami masih belum bisa berikan data, karena seluruh anggota masih bekerja di lapangan untuk mengembangkan kasusnya,” terang Singgamata.
Ia mengatakan, bahwa kasus kriminalitas yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Malang, menjadi atensinya untuk diungkap. Tidak hanya pelaku jambret, tetapi juga kasus lainnya seperti curanmor serta perampokan. Beberapa kasus yang sebelumnya sudah diungkap, akan tetap dikembangkan untuk memburu pelaku lainnya.
“Kami akan terus berusaha mengembangkan perkaranya. Kasus kriminalitas yang meresahkan masyarakat, menjadi musuh kami untuk diungkap dan tindak tegas. Khususnya kasus curanmor yang selama ini cukup marak,” katanya.
Soal panic alarm yang sebelumnya sudah disampaikan, Singgamata mengatakan akan segera diaktifkan dalam waktu dekat. Dengan adanya panic alarm yang terpasang di toko waralaba, toko emas serta bank diharapkan bisa meredam aksi perampokan.
“Untuk panic alarm, masih kami chek lagi kesiapan alatnya, yang pasti akan segera kami aktifkan lagi. Termasuk rencana mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat, pemilik (manajemen) bank dan toko emas bersama dengan Wali Kota Malang, tinggal menentukan harinya saja,” paparnya.
Sementara, terkait kasus jambret, Kapolsekta Kedungkandang Kompol Putu Mataram, juga membenarkan adanya penangkapan. Namun ia tidak mau memberikan informasi data, karena masih dikembangkan. “Untuk data langsung pak Kapolres. Karena besok pagi (hari ini, red) akan disampaikan langsung oleh pak Kapolres,” kata Putu Mataram.
Kanitreskrim Polsekta Sukun, AKP Wisnu Prasetyo mengatakan ada beberapa TKP jambret yang terjadi di wilayahnya. Pelakunya diduga sama dengan pelaku jambret yang ditangkap Unit Reskrim Polsekta Kedungkandang. “Jumat (20/3) ada dua kejadian jambret, salah satunya di Jalan Raya Gadang. Kemungkinan pelakunya sama, dan kami masih mengembangkannya,” tuturnya.
Senada juga dengan Kanitreskrim Polsekta Klojen, AKP Danang Yudanto, kalau pihaknya juga masih mengembangkan kasus jambret yang ada di wilayahnya. Dari beberapa TKP, pelakunya juga kemungkinan sama. “Besok semuanya akan dirilis di Polres Malang Kota, oleh Kapolres langsung. Mungkin untuk lebih jelasnya besok saja (pagi ini, red),” ucap Danang.(agp/ary)