Pamit Mandi, Rukoyyah Diduga Dibunuh

Rumah korban,  Rukoyyah, 29 tahun warga Desa Udaan, Kecamatan Turen yang diduga menjadi korban pembunuhan

TUREN- Ketenangan warga Jalan Hayam Wuruk RT 14 RW 04 Desa Udaan, Kecamatan Turen Minggu (22/3) malam berubah mendadak menjadi gempar. Rukoyyah, 29 tahun, warga sekitar, ditemukan tewas secara tidak wajar di sungai dekat rumahnya. Saat pertama kali ditemukan, kondisi jenazah korban sangat mengenaskan.
Terdapat bekas luka memar di tubuh korban, tepatnya luka memar itu di bagian punggung, wajah, kepala dan tangannya. Diduga, ibu satu anak ini menjadi korban pembunuhan.
“Diduga kuat penyebab kematian korban adalah dibunuh. Karena saat ditemukan, terdapat luka-luka lebam yang membekas di tubuh korban. Warga sekitar juga menduga, bahwa korban ini dibunuh,” ujar salah seorang sumber di internal kepolisian
Informasi yang berhasil dihimpun, mulanya korban pamit kepada keluarganya untuk mandi di sungai dekat rumah pukul 16.30 WIB. Seperti biasa, korban mandi di sungai kecil yang tidak jauh dari rumahnya. Korban membawa peralatan mandi seperti sabun, sampo, handuk dan sikat gigi. Biasanya, korban mandi di sungai itu selama 30 menit.
Namun, hingga pukul 17.30 WIB, korban tidak kunjung pulang. Suaminya, Muhammad Imam Syafi’I, 31 tahun ini menjadi cemas. Apalagi, kondisi di luar semakin gelap. Dia bersama perangkat desa, ketua RT 14 serta warga sekitar melakukan pencarian di sungai tempat korban biasa mandi dan mencuci pakaian.
Saat dilakukan pencarian itu, ditemukan peralatan mandi milik korban di dekat bilik di yang ada di sungai tersebut. Mereka meneruskan pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sekitar 10 meter dari bilik tempatnya mandi. Saat ditemukan pertama kali itu, kondisi korban sangat mengenaskan.
Posisi korban dalam keadaan telungkup, menggunakan pakaian lengkap dan tergeletak di pinggir sungai. Yang menjadi kecurigaan, terdapat bekas lebam di tubuh korban. Peristiwa itu, lalu dilaporkan ke Polsek Turen. Petugas yang datang, bergegas menuju lokasi kejadian dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (Olah TKP).
Setelah selesai dilakukan olah TKP, mayat korban lalu dibawa ke RSSA Kota Malang untuk dilakukan pemeriksaan. Terkait kasus itu, Perwira Unit (Panit) Reskrim Polsek Turen Ipda Poernomo menyatakan masih proses penyelidikan. Disinggung mengenai korban diduga dibunuh, dia belum bisa menyimpulkan.
“Terkait bekas lebam di tubuh korban, banyak penyebabnya. Bisa saja korban terplesest lalu terjatuh saat mandi, bisa juga dianiaya seseorang. Semua kemungkinan itu bisa saja terjadi. Saat ini masih kami dalami,” ujarnya kepada Malang Post kemarin. Lanjut dia, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Malam itu juga, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka dan esok harinya dikebumikan. Terkait kasus ini kata dia, Polsek Turen sempat mengamankan seseorang yang diduga melakukan pembunuhan itu. Penangkapan itu, selaras dengan keterangan masyarakat sekitar yang menyatakan orang itu pelakunya.
Setelah dimintai keterangan, pelaku berinisial IS ini tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut, kemudian dilepaskan oleh kepolisian. “Dia (IS), memang sering mengintip orang mandi dan mencuri pakaian dalam di sungai tersebut. Namun, tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan oleh warga,” terang mantan Kanit Reskrim Polsek Singosari ini. (big/aim)