Teror Jambret Kebal Pamekasan Terhenti!

MALANG – Janji Polres Malang Kota untuk merilis “kelelawar” besar direalisasikan, kemarin. Penjahat jalanan yang ditangkap ini, kerap beraksi meneror Kota Malang. Dia adalah Zainul Arifin (23 tahun), warga Jalan Gadang Gang 21 C Malang. Pemuda asli Pamekasan – Madura, total jenderal telah beraksi di delapan lokasi.
Delapan lokasi penjambretan tersebut, tersebar di empat kecamatan di Kota Malang. Di wilayah Kecamatan Sukun ada empat TKP,Kecamatan Kedungkandang ada dua TKP. Kecamatan Klojen dan Blimbing, masing-masing satu TKP. Sedangkan untuk Kecamatan Lowokwaru, diakui tidak ada. (data lengkap TKP lihat grafis)
Terungkapnya aksi jambret yang dilakukan Zainul Arifin, pasca ia tertangkap tangan menjambret tas cokelat berisi uang Rp 10 ribu, milik Maria Ulfa di Jalan KH Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang. Zainul yang beraksi bersama rekannya, terjatuh saat menarik tas milik korban.
Melihat pelaku jatuh, Maria Ulfa langsung berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar dan melihat langsung berdatangan. Mereka menangkap Zainul, kemudian memukulinya ramai-ramai. Sedangkan rekannya diketahui berhasil kabur.
Tak lama setelah diamankan warga, petugas Polsekta Kedungkandang yang mendapat laporan datang ke lokasi. Bersama dengan barang bukti, Zainul lalu digelandang ke Mapolsekta Kedungkandang. Dalam pemeriksaan penyidik, Zainul sempat mengelak tuduhan menjambret.
Bahkan, pemuda bertubuh kecil ini, terlihat kuat dan kebal meski sebelumnya menjadi bulan-bulanan massa. Zainul baru merasakan sakit serta mengakui semua perbuatannya, setelah diminta mengunyah selembar daun kelor.
“Saya mendapat jimat itu, saat tinggal di Surabaya. Jimat itu bukan untuk kekebalan, karena tidak ada yang kebal di dunia ini. Jimat itu hanya supaya tidak terjadi pertengkaran. Tetapi saya gunakan salah, dengan melakukan jambret,” ujar Zainul Arifin.
Zainul mengatakan, kalau ia sama sekali tidak ingat berapa jumlah uang yang diperoleh dari menjambret. Namun diakui bahwa hasil menjambret digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. “Kalau dihitung berapa, saya tidak ingat. Namun setiap berhasil menjambret, saya pergunakan untuk mencukupo kebutuhan keluarga,” tutur Zainul, bapak satu anak ini.
Sementara itu, Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata SIK menegaskan bahwa pengembangan terus dilakukan. Polisi yakin, lokasi kejahatannya tak hanya delapan lokasi di empat kecamatan.  Sebab dari sejumlah barang bukti yang ditemukan, ada beberapa yang tidak ada LP (korban belum laporan, red).

“Ini membuktikan bahwa masih ada TKP lain yang belum diakui,” tegasnya.
Mantan Kapolres Lumajang ini menambahkan, dari sejumlah TKP jambret yang dilakukan Zainul Arifin, semuanya terjadi pada bulan Maret. Aksinya dilakukan bersama dengan dua rekannya yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Salah satunya adalah berinisial HS, warga Jalan Muharto Malang.
“Tersangka ini setiap kali melakukan aksi tidak sendirian. Ada pelaku lain yang belum tertangkap. Identitasnya sudah kami kantongi tinggal mencari keberadaannya. Sebab ketika beraksi, dua orang berboncengan sedangkan satu pelaku lain mengikuti di belakang,” jelas Singgamata.(agp/ary)