Siswi Hilang, SMKN 1 Pujon Berduka

PUJON – Kabar hilangnya Henik Setyowati, 17 tahun, warga Dusun Laju Desa Banjarejo bersama kekasihnya Syaiful Fatkurahman, 19 tahun warga Desa Dusun Celaket Desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang ikut membuat pihak SMKN 1 Pujon berduka. Masalahnya, Henik merupakan salah satu siswa sekolah berlokasi di Jalan Raya Ngroto Kecamatan Pujon itu yang sebentar lagi lulus.
Firdaus Surinto, Waka Kesiswaan SMKN 1 Pujon membenarkan jika Henik merupakan siswa sekolah itu. Henik merupakan siswa kelas XII dan sebentar lagi mengikuti ujian nasional sebelum lulus. ‘’Sebentar lagi Unas, namun Henik ternyata sudah hilang dan hingga kini (kemarin) belum ditemukan,’’ ujar Rinto, sapaan akrabnya ketika ditemui di kantornya, kemarin.
Henik yang sudah tercatat sebagai peserta Unas, kata dia, tentu sudah menjalani serangkaian proses studi. Sebelumnya, siswa jurusan Akuntansi melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di salah satu perusahaan di Jombang.
Selain itu, kata dia ujian sekolah sudah dilakukan termasuk ujian praktik. Yang terbaru, Henik mengikuti ujian praktik sekolah untuk seni dan budaya. Dalam ujian seni budaya tersebut, anak pasangan Kamari dan Jumaiyah tersebut menjadi pemimpin modern dance.
‘’Gerakannya sangat lincah dan dia bisa memimpin teman-temannya dalam modern dance. Seni dan Budaya adalah salah satu ujian praktik sekolah di sini. Siswa bebas melakukan kreasi, baik tari tradisional maupun modern. Henik bersama kelompoknya, nampak lebih memilih modern dance,’’ tegas guru Peternakan ini.
Pihaknya mengetahui kabar salah satu siswanya dari BBM, hari Minggu. Hanya saja, pihak sekolah saat itu belum memperoleh kepastian apakah benar-benar Henik siswa SMKN 1 Pujon atau bukan yang hilang di Pantai Jolosutro Blitar.
Kepastian kabar akhirnya diperoleh pihak sekolah, Senin (23/3) kemarin. Kabar lewat BBM itu kemudian cek ke teman-teman satu kelas dan ternyata mereka membenarkan. ‘’Henik tidak masuk. Kepala Sekolah dan beberapa guru langsung ke rumah orang tuanya di Ngantang dan mendapatkan kepastian memang siswa kami yang hilang,’’ tambah dia.
Para guru dan siswa langsung melakukan istigotsah setelah mendapat kepastian kabar, remaja yang hilang tersebut itu siswa SMKN 1 Pujon. Istigotsah dipimpin oleh guru agama, Mochtar Zunis usai upacara bendera di halaman sekolah.
‘’Jumlah siswa kami 583 orang. Kecuali mereka yang sedang PSG, mereka ikut istigotsah. Kami berdoa agar Henik segera ditemukan dalam kondisi selamat,’’ tambah Rinto.
Mengenai keberangkatan Henik ke pantai Jolosutro, pihak sekolah tidak tahu. Masalahnya, Sabtu (21/3) lalu merupakan hari libur sehingga siswa bebas melakukan aktivitas pribadi. Sedangkan Syaiful Fatkurahman, pacar Henik yang juga ke pantai, bukan siswa SMKN 1 Pujon.
‘’Kalau Syaiful, kami tidak tahu karena bukan siswa sini. Kami juga tidak tahu Henik berangkat dengan siapa saja ke pantai karena Sabtu itu memang hari libur dan ini bukan kegiatan sekolah,’’ pungkas dia.
Sementara itu, sepasang kekasih itu belum juga ditemukan memasuki hari ketiga upaya pencarian, kemarin. Tim gabungan Basarnas dan Polsek Wates, masih belum mendapatkan hasil memuaskan.
“Saya bersama perangkat mulai Kepetengan, Suparman dan Kamituwo Laju, Feriadi Susekto serta keluarga ke dua korban, masih tetap standby di sisi pantai,” kata Kepala Desa Banjarejo, Johan Supriyadi kepada Malang Post.
Johan mengatakan, pencarian tubuh korban juga dibantu oleh nelayan setempat.
“Pencarian dilakukan dari pagi sampai sekitar pukul 17.00. Sedangkan malamnya, pencarian dihentikan. Alasannya, selain tidak memiliki lampu yang bisa diarahkan ke pantai, kondisi ombak juga sedang pasang. Sehingga, upaya pencarian tidak bisa dipaksakan,” lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan, sejak Sabtu siang, dua dari enam remaja asal Kecamatan Ngantang, dilaporkan hilang dibawa ombak Jolosutro. Keduanya tenggelam, setelah awalnya bermain di bibir pantai dan dibawa ombak yang tiba-tiba pasang.(feb/sit/ary)