Pasangan Kekasih Itu Batal Menikah

NGANTANG – Duka mendalam terlihat di rumah keluarga Henik Setyowati, korban hilang di pantai Jolosutro Blitar sejak Sabtu (21/3) hingga Senin (23/3) kemarin. Ibu korban, Jumaiyah berkali-kali pingsan dan terus memanggil nama anaknya.
‘’Henik…Henik anakku….,’’ suara Jumaiyah dari dalam kamarnya yang terdengar hingga ruang tamu, kemarin.
Rumah keluarga korban pantai Jolosutro tersebut berada di Dusun Laju Desa Banjarejo Kecamatan Ngantang. Lokasi tersebut berada di sebelah timur Bendungan Selorejo Ngantang. Dusun tersebut bersebelahan dengan Desa Pagersari Kecamatan Ngantang yang berbatasan langsung dengan Desa Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar.
‘’Saya tidak tahu anak saya lewat mana untuk menuju Pantai Jolosutro. Namun orang-orang sini biasanya tidak lewat Malang, melainkan lewat Krisik dan terus ke selatan karena jarak tempuh lebih pendek. Perjalanan dari sini ke pantai sekitar 2,5 jam,’’ ungkap Kamari, bapak Henik.
Kamari menyebutkan, Henik tidak pamitan kepadanya saat berangkat ke pantai. Henik hanya pamitan kepada ibunya bahwa dia akan pergi ke pantai. Saat itu, ibunya sebenarnya sudah melarang Henik untuk pergi ke pantai. Ibunya menginginkan Henik pergi ke pertokoan saja untuk mengisi liburan sekolah.
‘’Mungkin firasat atau apa, saya tidak tahu. Yang jelas ibunya melarang Henik pergi ke pantai. Itu karena Henik selama ini belum pernah pergi ke pantai,’’ tambah Kamari, di rumahnya.
Henik lebih memilih berangkat ke Jolosutro bersama kekasihnya Syaiful. Kamari dan istrinya juga tidak tahu keberangkatan Henik ke pantai meski sudah ada larangan ibunya. Sebelum berangkat ke pantai, Henik baru saja mengantar bapak dan ibunya ke Kambal, halte yang berada di Jalan Raya Ngantang-Kediri/Jombang. Setelah berada di Kambal, Kamari dan Jumaiyah, istrinya langsung naik bus menuju Jombang untuk menjenguk keponakan yang sedang berada di Pondok Pesantren.
‘’Awalnya saya yang diantar ke Kambal menggunakan motor. Setelah itu dia pulang dan menjemput ibunya untuk diantar ke halte. Saat mengantar ibunya itulah Henik bilang kalau mau ke Pantai. Selebihnya, kami tidak tahu kalau dia berangkat karena langsung ke Jombang,’’ tegas dia.
Dia mengetahui jika Henik dan Syaiful Fatkurahman hilang di Pantai Jolosutro dari kerabat dan perangkat desa setempat. Mengenai sosok Syaiful, Kamari mengakui sebagai pacar Henik dan dia sudah mengenalnya. Syaiful malahan sudah pernah meminta Henik untuk segera dinikahi.
‘’Saya tidak mengiyakan atas permintaan Syaiful. Saya hanya bilang biarlah Henik lulus sekolah dulu. Kalau sudah lulus, ya tidak masalah,’’ pungkas salah satu petani ini. (feb/ary)