Polisi Tembak Perampok Sadis Antar Pulau

SURABAYA - Tim buser gabungan Jatanras tim Cobra dan Unit I Pembajakan dan Penyanderaan Polda Jatim, Polresta, dan Kabupaten Probolinggo, terpaksa menembak Arifin alias Rifin, asal Desa Sumber Kare, Kecamatan Wonomerto, Probolinggo, Selasa (24/3) pagi kemarin.
Kompol Arbaridi Jumhur Kanit Bajak Sandera Subdit Jatanras Polda Jatim mengatakan, anggota menangkap tersangka Arifin di tempat persembunyiannya di Desa Sumber Kare, Kecamatan Wonomerto, Probolinggo. Tapi tersangka justru melakukan perlawanan kepada anggota.
"Kita tembak mengenai tangannya, karena berusaha melawan anggota dengan senjata tajam, peluru mengenai tangan itu tembus sampai ke dada kiri," terang Kompol Arbaridi Jumhur, di RSUD. Dokter Soetomo Surabaya.
Mengetahui peluru mengenai dada, tim buser gabungan berusaha memberikan pertolongan, membawa Arifin ke Rumah Sakit Dokter Saleh Probolinggo, tapi tidak terselamatkan.
Penangkapan Arifin berdasarkan Laporan Polisi di Probolinggo tanggal 8 Desember 2014. Di laporan itu dijelaskan terjadi tindak kejahatan dengan kekerasan yaitu perampasan uang senilai Rp 20 juta, yang dibawa Supriati seorang karyawan SPBU Probolinggo. Waktu itu korban baru saja keluar dari SPBU hendak menyetorkan ke bank di Probolinggo.
"Korban itu dibacok mengenai leher, dan tewas saat dalam perawatan medis empat hari di rumah sakit. Makanya, kita melakukan penangkapan tersangka yang sudah DPO selama empat bulan," terang dia.
Dari penangkapan tersangka, polisi mengamankan sebilah senjata tajam, dan barang bukti berupa motor dan mobil yang saat ini berada di Polres Kabupaten Probolinggo.
Untuk melakukan penangkapan Arifin alias Ifin (32) tim buser gabungan dari Polda Jatim, Polres Kabupaten dan Kota harus melakukan pengintaian cukup panjang. Ini karena pelaku selalu bersembunyi dengan bepindah-pindah setelah melakukan aksi kejahatannya.
"Kita sudah mengintai selama 2 minggu, mulai dari persembunyiannya di Bondowoso hingga Probolinggo," kata Kompol Arbaridi Jumhur.
Kompol Jumhur juga menjelaskan, pengintaian itu berdasarkan pengakuan tersangka Bayu yang sudah tertangkap lebih dulu di Probolinggo. Bayu mengatakan tersangka Arifin tidak pernah ada di Probolinggo melainkan sering di Bondowoso dan Situbondo.
Polisi mengindikasikan Bayu dan Arifin adalah jaringan kelompok kejahatan antar pulau.
"Kelompok ini (Bayu dan Arifin,red) bisa dikatakan antar lintas sumatera (ALS), karena tersangka Bayu sendiri merupakan asli Sumatera, dan Arifin dari Probolinggo," tambahnya.
Ia menjelaskan, dalam catatan polisi, Arifin dan Bayu melakukan tindak kejahatan di Jawa Timur mulai dari Kabupaten Pasuran, Lumajang, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. Aksi yang dilakukannya adalah perampasan motor, spesialis pencurian hewan, pecah kaca mobil mewah, perampok nasabah bank, dan spesialis pencurian mobil mewah jenis Pajero. (ss/aim)