Kakak Beradik Perampok dan Pembunuh Ditembak

KEPANJEN - Pelarian kakak beradik perampok dan pembunuh juragan penggilingan padi di Dusun Glanggang, Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, berakhir. Dua pelaku pembunuh Suwandi, 50 tahun itu berhasil ditangkap Satreskrim Polres Malang. Keduanya ditangkap di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau.
Para pelaku Sugianto, 35 tahun, warga Desa Sumberkeradenan, Kecamatan Pakis. Sedangkan adiknya bernama Haryanto, 31 tahun, warga Dusun Glanggang, Desa Slamet, Kecamatan Tumpang. Kedua tersangka terpaksa ditembak kakinya, lantaran mencoba melawan saat hendak ditangkap.
Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto mengatakan, kedua tersangka ini murni merencanakan aksi kejahatannya.
“Mereka memang mengincar harta benda milik korban, masuk dengan memanjat tembok tempat penggilingan padi itu. Lalu, menuju gudang,” ujarnya kepada wartawan kemarin.
Sasaran yang dituju, merupakan Honda Revo N 3126 JI milik korban. Saat hendak mengambil sepeda motor tersebut, aksi mereka diketahui korban Suwandi. Saat itu, korban terbangun dari tidur, lantaran mendengar kegaduhan di dalam gudang. Mengetahui ada dua pelaku pencurian, korban mencoba melakukan perlawanan.
Yakni mengayunkan parang yang dibawanya dari kamar, ke arah tersangka Haryanto. “Sabetan parang itu, mengenai kaki dan kepala tersangka Haryanto,” imbuh mantan Kapolres Pacitan ini.
Karena korban melakukan perlawanan, membuat tersangka Haryanto kalap. Hingga dia nekat menusuk tubuh korban. “Tersangka Haryanto menusuk perut korban menggunakan pisau yang dia bawa. Sedangkan tersangka Sugianto, juga ikut melakukan penusukan itu,” terang Perwira Menengah (Pamen) dengan dua melati di pundaknya itu.
Karena ketakutan, istri korban bernama Kasiatun, keluar rumah dan meminta pertolongan. Sedangkan kedua tersangka, ngacir membawa sepeda motor milik korban. Identitas mereka terungkap, berkat informasi dari masyarakat. Hasil penyelidikan, terdapat salah seorang warga yang tahu kedua pelaku keluar dari tempat korban. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap keduanya.
“Saat itu, kedua tersangka kabur menuju arah Gadang Kota Malang. Kemudian, mereka ke RS Soepraoen, untuk mengobati luka dari tersangka Haryanto ini,” terang Kapolres.
Lanjut dia, setelah lukanya diobati, mereka kabur ke Kabupaten Lumajang. Menggunakan mobil carteran, mereka menuju rumah istri siri Haryanto.
“Mereka menginap di Lumajang selama enam hari. Kemudian, mereka melanjutkan pelariannya,” imbuhnya.
Tempat pelarian yang dituju, adalah Madiun. Selanjutnya, mereka menggunakan bus menuju Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Tujuannya, rumah kosong, milik teman tersangka Sugianto.   
Begitu terdeteksi pelaku ada di Riau, Satreskrim Polres Malang membentuk tim untuk melakukan perburuan serta penangkapan. Berjumlah delapan orang petugas, diberangkatkan ke tempat tersebut. Kemudian mereka berkoordinasi dengan Polda Riau dan Polres Indragili Hulu, untuk melakukan penangkapan.
“Kami melakukan pengepungan di suatu rumah yang diketahui sebagai tempat persembunyian mereka. Mereka kami kepung dari segala arah. Saat hendak ditangkap, mereka mencoba kabur dan melakukan perlawanan,” terang Aris. Mereka melawan menggunakan sebilah sabit, saat hendak ditangkap oleh petugas.
Karena kondisi tersebut membahayakan petugas, maka petugas terpaksa melumpuhkan keduanya menggunakan timah panas. Tersangka Haryanto ditembak kaki kirinya, sedangkan Tersangka Sugianto, ditembak kaki kanannya.
“Kami tentunya juga mengucapkan terimakasih atas bantuan dari jajaran Mapolda Riau dan Polres Indragili Hulu, dalam proses penangkapan ini,” terangnya. Atas perbuatan yang dilakukan, mereka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai dengan kekerasan, yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara. (big/ary)