Warga Galang Koin, Imam Basuki Bebas

BATU - Imam Basuki, tersangka pencurian meja milik Hypermart, bebas dari tahanan Polres Kota Batu kemarin (24/3) sore. Ayah satu anak ini bebas pasca Polres Batu mengabulkan permohonan penangguhan penahanannya. Pagi harinya, sebelum dia bebas, warga menggelar aksi penggalangan koin peduli Basuki.
Basuki meninggalkan Mapolres Batu didampingi Slamet, ayahnya dan Yoyok Arif Susanto, adik kandungnya serta sejumlah warga Kelurahan Temas. Ia mengenakan kaos warna hitam, celana jeans dan menggunakan sepatu boat. Baju itu pula yang dipergunakannya saat ia ditangkap dan dijebloskan ke tahanan polisi.
Kepada wartawan, Basuki mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat. Hal itu diucapkan berulangkali kepada awak media yang meliput di Mapolres Batu.
“Terima kasih kepada seluruh warga Temas dan semua pihak yang membela saya. Di penjara saya terus berdoa Ya Allah, saya tidak bersalah, saya meminta bukan mencuri, akhirnya doa saya didengar oleh Allah hingga teman-teman wartawan, pengacara dan DPR tergerak untuk membela saya,” terang Imam Basuki.             
Menurutnya, yang terjadi selama ini hanyalah salah paham, hingga akhirnya Imam Basuki ditahan selama kurang lebih 40 hari di tahanan. Selepas dari penjara, Basuki berjanji akan memperbaiki diri dan terus bekerja di Lippo Plaza. “Saya akan terus bekerja di Lippo Plaza, saya harus sabar, tidak emosian, belajar ngalah dan tidak meninggalkan sholat lima waktu,” terangnya.            
Setyo Eko Cahyono, kuasa hukum Basuki mengatakan pembebasan Basuki diputuskan oleh Polres Batu setelah dipertemukan dengan pihak Hypermarket kemarin. “Terkait proses penangguhan penahanan Basuki, sebelumnya pihak keluarga sudah mengajukan penangguhan penahanan, karena kondisi sedemikian rupa, penangguhan penahanan akhirnya dikabulkan oleh Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo,” terang Eko.           
Salah satu pertimbangan Polres Batu menangguhkan, menurut Eko adalah ada jaminan dari pihak keluarga bahwa Basuki tidak akan melarikan diri dan menyelesaikan proses hukum yang sedang berjalan.           
Pertimbangan kedua adalah sudah ada pencabutan perkara dari pihak pelapor yakni Hypermarket. “Dari berkas pengajuan penangguhan penahanan sudah ada kesepakatan yang mengarah kepada pencabutan laporan,” ujarnya.           
Sebagai ganti penahanan, tersangka Basuki masih dikenai wajib lapor pada hari Senin dan Kamis hingga kasus ini berlanjut di persidangan. Eko mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi dalam perkara ini, karena ia yakin tuduhan yang ditujukan pada Basuki tidak sejauh apa yang dituduhkan kepadanya.           
Ditempat terpisah, Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo membenarkan bahwa pihaknya sudah melakukan penangguhan penahanan. “Meski kita tangguhkan proses hukum tetap berjalan, Basuki kita kenai wajib lapor,” terang Windiyanto.           
Salah satu pertimbangan pemberian penangguhan penahanan ini karena ada jaminan dari bapak dan adik Basuki. Mereka menjamin Basuki tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.           
Selasa pagi, Polres berkoordinasi dengan Kejaksaan, ternyata benar bahwa ada kekurangan berkas hingga akhirnya Kejaksaan menetapkan berkas P18. Pengembalian berkas ini dimanfaatkan oleh Polres untuk melakukan penangguhan penahanan.  Kapolres menegaskan bahwa pemberian penangguhan penahanan ini murni karena faktor kemanusiaan.             Sementara itu pagi harinya, sejumlah warga Kota Batu menggelar aksi penggalangan koin di luar halaman Lippo Plaza. Selain diwarnai dengan orasi, dalam aksi damai tersebut juga digelar seni Bantengan.           
Ilham Adelia Uya’, korlap aksi mengatakan sejumlah elemen masyarakat dan warga mengelar kampanye kreatif melalui aksi damai.  “Rakyat kecil seperti kita ini seringkali ditindas kaum-kaum kapitalis, aksi damai penggalangan koin ini sebenarnya akan kita berikan kepada pihak hypermarket untuk mengganti meja yang diambil, tapi karena pihak Hypermarket sudah mencabut kasus ini, uang akan kita berikan kepada pihak keluarga,” terang Uya’.           
Aksi pemuda membela Basuki ini menarik perhatian pengguna jalan. Banyak warga dan pengguna jalan berbaur dengan peserta aksi. Tidak hanya membubuhkan tanda tangan spanduk, mereka juga merogoh kocek menyumbangkan koin mereka.           
Seperti dilakukan Nur, warga Kalimantan yang tinggal di Kelurahan Songgokerto. Menurutnya ia sengaja datang ke lokasi karena mengetahui ada aksi tersebut. Saat membaca koran, Nur bersimpatik atas penderitaan Basuki.           
“Orang kecil kok selalu dibegituin, meskipun saya tidak mengenal Basuki, saya kasihan, makanya saya ke sini dan ikut urunan,” ujarnya. (muh/ary)