Wartawan Sempat Dikecoh

PAKIS - Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Ukhuwah di Dusun Bamban, Desa Asrikaton, Pakis, sempat dikaitkan dengan jaringan Islamic State Iraq-Syiria (ISIS). Ponpes tersebut sempat “dikepung” intel TNI dan Polri hingga puluhan wartawan, kemarin. Aksi penangkapan tiga warga Kota Malang oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri memang sangat mengejutkan.
Kabar yang berkembang, di Ponpes tersebut juga terjadi penangkapan seseorang yang terkait ISIS, oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Sejak pagi hari kemarin, lingkungan Ponpes yang juga sebagai sekolahan itu, dijaga oleh Prajurit TNI dari Koramil Pakis. Juga tampak intel kepolisian dan intel TNI yang juga melakukan pemantauan.
Apalagi kegiatan aktivitas dari tempat tersebut, mengundang curiga. Yakni diketahui siswa maupun santrinya, dilatih ilmu bela diri. Pada akhir pekan kemarin, juga diadakan perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang didalamnya terdapat kegiatan jurit malam. Belum lagi, Ponpes tersebut baru berdiri lima tahun dan kondisi gedungnya baru.
Meski dijaga oleh TNI, aktivitas yang ada di tempat tersebut berjalan seperti biasa. Seluruh santri dan siswa, tampak tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kepala MA Daarul Ukhuwah Ali Rohman mengatakan, tidak ada warga Ponpes Daarul Ukhuwah yang ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror, terkait organisasi radikal ISIS.
“Seluruh penghuni Ponpes Daarul Ukhuwah, masih lengkap. Baik itu santri dan pengajar, tidak ada yang ditangkap terkait ISIS,” ujarnya kepada Malang Post kemarin. Dia mengaku kaget, ketika Ponpes tersebut dikaitkan degan ISIS. Pasalnya, selama ini Ponpes tersebut, tidak mengajarkan ajaran yang salah termasuk radikal, kepada santrinya.
Menurutnya, Ponpes Daarul Ukhuwah tersebut, sama halnya dengan Ponpes pada umumnya, yang membimbing santri dan siswa, dalam bidang keagamaan. “Perlu ditegaskan, kami menolak keberadaan ISIS maupun organisasi radikal semcamnya. Karena tidak sesuai tuntunan agama Islam dan melanggar hukum,” tegasnya.
Terkait ekstrakurikuler bela diri yang diajarkan untuk santrinya melalui ekstrakurikuler, menurutnya hal itu lumrah. Karena seperti pada sekolahan pada umumnya, juga terdapat ekstrakurikuler bela diri. Karena melalui ekstrakurikuler itu kata dia, membuat anak didik menjadi lebih mandiri, disiplin dan meningkatkan daya tahan tubuhnya.
“Di sini, terdapat ekstrakurikuler karate, wushu dan taekwondo. Sedangkan pelatihnya, mempunyai lisesnsi untuk melatih. Jadi, ekstrakurikuler ini resmi,” tegasnya. Sedangkan disinggung terkait perizinan Ponpes itu, dia menyatakan telah mengantongi izin dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, menurut salah seorang warga sekitar bernama Sutoyo, selama ini, tidak muncul aktivitas yang mencurigakan dari Ponpes tersebut. Disinggung mengenai penangkapan diduga ISIS, dia juga mengaku tidak mengetahuinya.
“Kalau terjadi apa-apa di desa ini, pasti informasinya cepat menyebar. Saya juga ngeronda pada malam tadi, juga tidak mengetahui penangkapan itu,” terangnya. (big/ary)