Jambret Lawang Nyaris Dibakar Hidup-hidup

Tersangka Sukamto dengan barang bukti kalung yang diamankan petugas, setelah dihajar warga.

LAWANG – Sukamto, 42 tahun, warga Dusun Watugede RT07 RW02, Desa Mulyorejo, Lawang itu tidak mampu mengelak dari bogeman warga Warga  Jalan Sumbersuko, Kecamatan Lawang. Dia babak belur dihajar warga, setelah kepergok menjabret kalung, milik Dyah, 5 tahun, warga Dusun Trimo, Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan.
Tidak hanya babak belur, ini juga harus mendekam di sel tahanan Polsek Lawang, lantaran Suripah, 38 tahun, ibu korban memilih menyelesaikan kasus ini sesuai dengan jalur hukum. Warga nyaris membakarnya hidup-hidup.
“Begitu mendapat laporan kami langsung datang ke TKP, untuk kemudian mengamankan tersangka,’’ kata Kapolsek Lawang Kompol Arifaini kemarin.
Aksi jambret ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu korban dan Suripah sedang berbelanja di Pasar Lawang. Di tengah belanja, korban dan ibunya mampir di warung mie ayam milik Sumardi yang ada di pasar tersebut. Keduanya pun makan mie ayam. Layaknya anak-anak, Dyah tidak hanya duduk di warung, dia juga bermain di depan warung.
Kesempatan itulah yang digunakan Sukamto untuk berbuat kriminal. Korban yang sedang main, oleh Sukamto langsung didekati.Secepat kilat, tangan kanannya menarik kalung emas yang melingkar di leher korban, dan kabur setelah kalung seberat 2 gram didapatinya.
Dyah seketika menangis dan langsung masuk ke warung untuk mengadu kepada Suripah. Mengetahui hal itu, tidak hanya Suripah yang mengejar Sukamto. Sumardi dan beberapa warga lainnya ikut mengejar  pelaku yang saat itu kabur ke arah timur.
Upaya pengejaran itu membuahkan hasil. Sukamto ditangkap warga sekitar 300 meter dari TKP. Tentu saja, warga tidak diam. Dengan kalap warga menghadiahi Sukamto dengan bogem mentah. Tubuh pria ini tidak hanya mendapatkan pukulan, tapi juga tendangan. Bahkan beberapa warga sempat mengancam akan membunuhnya dengan cara membakar.
Tapi beruntung, ancaman tersebut urung dilakukan, seiring dengan datangnya petugas Polsek Lawang. Sementara kepada petugas, Sukamto mengatakan jika dirinya menjambret karena terpaksa. Desakan ekonomi membuat dia nekat melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut. “Saya tidak memiliki pekerjaan tetap, sementara di rumah ada istri dan anak-anak yang butuh makan. Makanya saya nekat menjambret,’’ katanya. Dia juga mengatakan, jika aksi jambretnya kemarin berhasil, kalung hasil jambretnya akan dijual, dan uangnya diberikan kepada istrinya. “Ini baru pertama saya menjabret, saya kapok dan tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi,’’ tandasnya. (ira/aim)