Warga Kota Malang Masih Was-Was Jambret dan Begal

MALANG - Gencarnya Polres Malang Kota dalam memberantas pelaku Jambret dan Begal di Kota Malang, rupanya tidak menghilangkan keresahan masyarakat. Sampai saat ini, masyarakat Kota Malang masih mengkhawatirkan keberadaan Jambret dan Begal di Kota Malang.
Pasalnya, warga tetap was-was dan tidak berani keluar malam-malam sendirian. Mereka takut, tiba-tiba ada pelaku jambret dan begal yang menghajar mereka dari belakang.
"Saya selalu parno kalau lagi naik motor sendirian malam-malam. Misalnya ada motor di belakang, saya sudah berpikir yang tidak-tidak," ujar Yy Wima R, warga Perum Joyogrand, kelurahan Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang kepada Malang Post, kemarin.
Untuk menjaga diri, Yeye, panggilan akrabnya, mengaku tidak ingin pulang di atas pukul 23.00 WIB. Sebab, jalan menuju rumahnya pada waktu tersebut sudah sepi. Bila dalam keadaan mendesak dan harus pulang di atas jam segitu, dia akan meminta antar jemput oleh ayahnya.
Senada, hal ini juga disampaikan Nabila, warga kelurahan Tunjungsekar, Lowokwaru, Kota Malang. Wanita berusia X ini menyebut dirinya masih resah dengan keberadaan pelaku jambret dan begal di Kota Malang. "Saya juga bingung, semakin gencar polisi bertindak, kejadiannya malah semakin banyak," ujar dia kebingungan.
Sementara Absharina Imamah, mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya (UB), menyebut kalau sejak kabar mengenai jambret dan begal di Kota Malang diketahuinya, dia jadi lebih memilih jalan-jalan yang ramai dengan kendaraan. Menurutnya, dia merasa lebih aman bila berkendara di tengah keramaian.
"Kalau dari kampus, lalu ada kegiatan sampai malam, saya lebih baik pilih jalan besar. Tapi tetap saja, sebenarnya was-was juga kalau tiba-tiba ada yang mengikuti dari belakang," jelas wanita yang tinggal di kost-kostan kawasan  Jl Raya Tidar, Karang Besuki, Sukun, Kota Malang ini.
Perlu diketahui, sejak beberapa waktu lalu sebenarnya Polres Malang Kota telah membekuk sejumlah pelaku jambret di Kota Malang. Terakhir, Polres Malang Kota membekuk Jambret bernama Zainul, Warga Jl Gadang no 27 C Malang. Zainul diketahui melakukan aksi jambret sampai sembilan kali.
"Kami akan kerahkan tim kami untuk terus memberantas para pelaku kejahatan di Kota Malang," ujarnya beberapa waktu lalu. (erz)