Tergiur Harga Tinggi, Curi Akik Tetangga

Tersangka Antok Setiawan bersama barang nuktinya diamankan di Mapolsek Kepanjen.

KEPANJEN- Kemilau batu akik yang tren saat ini, membuat Antok Setiawan, 25 tahun, warga Jalan Welirang Kelurahan/Kecamatan Kepanjen gelap mata. Dia nekat mencuri batu akik milik tetangganya, Helmi Bahtiar.
Antok tergiur dengan koleksi akik yang dimiliki Helmi. Harapannya, akik yang dimiliki Helmi bisa dijualnya dengan harga tinggi, jika dia bisa memilikinya. Akhirnya terpikir untuk mencurinya.
 “Total akik yang dicuri ada 12 batu akik dengan total nominal Rp 25 juta,” kata Kapolsek Kepanjen Kompol Sulistyo Nugroho kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, pencurian itu dilakukan pada 24 Maret lalu, sekitar jam 02.30 WIB. tersangka menyatroni rumah korban melalui halaman dapan rumah korban, kebetulan pintu depan tidak terkunci. Saat itu, korban dan keluarganya sedang tertidur lelap.
“Tersangka mengambil akik yang diletakan di ruang keluarga,” ujar Perwira Menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya.
Setelah mendapatkan barang yang diinginkan itu, tersangka keluar dari rumah. Pelaku itu kata Kapolsek, memang telah lama mengincar akik milik korban untuk dicuri.
Setelah berhasil menggondol batu akik, tersangka menjualnya di Pasar Kepanjen, keseokan harinya. Kebetulan, korban juga melihat-lihat batu akik yang dijual tersangka. Akhirnya diketahui, batu akik miliknya telah dicuri tersangka. Korban yang tidak terima, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kepanjen.
“Tersangka kami tangkap di lapak bedak Pasar Kepanjen, tempat dimana yang bersangkutan berjualan batu akik,” terang mantan Kasubdit Pam Obvit Polda Jawa Timur ini. Petugaspun, lalu menggelendangnya ke Mapolsek Kepanjen, untuk dijebloskan ke dalam tahanan. Melalui hasil pemeriksaan, tersangka baru sekali ini melakukan pencurian.
Tersangka Antok Setiawan di hadapan penyidik mengaku tergiur keuntungan berjualan batu akik, sehingga melakukan pencurian itu. “Saya baru memperoleh uang Rp 200 ribu untuk menjual satu batu akik tersebut  Pembelinya warga Kecamatan Sumberpucung,” kata tersangka.
Dia mengaku gelap mata saat melakukan pencurian karena tergiur dengan harga jual batu akik yang melambung tinggi. “Batu akik saat ini lagi tren, otomatis harga jualnya mahal. Hal itulah yang membuat saya memberanikan melakukan pencurian ini. Padahal, saya belum pernah melakukan kejahatan,” pungkasnya. (big/aim)