Ungkap Curanmor, Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum

MALANG – Tertangkapnya jaringan curanmor asal Pasuruan, belum membuat Polres Malang Kota puas. Pasalnya masih ada jaringan pelaku lain yang belum tertangkap. Termasuk adanya dugaan keterlibatan oknum Polisi dan TNI AD,  dalam kasus curanmor tersebut.
Berdasarkan sumber Malang Post di kepolisian, salah satu sepeda motor yang diamankan sebagai barang bukti, disita dari seorang oknum perwira polisi di Polres Pasuruan. Yaitu sepeda motor Yamaha Vixion. Sepeda motor tersebut digunakan setiap hari untuk dinas, dari rumah ke kantor.
“Ketika sepeda motor itu disita sebagai barang bukti, diakui memang sepeda motor tersebut dari salah satu tersangka yang diamankan,” ujar sumber Malang Post kemarin.
Termasuk beberapa barang bukti sepeda motor lainnya, juga diamankan dari seorang oknum TNI AD di wilayah Lumajang. Bahkan, oknum TNI AD ini, diketahui juga memiliki hubungan saudara dengan salah satu penadah motor.
Tidak hanya itu, salah satu pelaku utama curanmor, juga diketahui adik seorang anggota polisi di Polres Pasuruan. Hanya saja untuk keterlibatan oknum tersebut, saat ini masih perlu pembuktian. Polisi masih terus menyelidiki dan mendalami keterlibatan mereka.
Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata SIK, ketika dikonfirmasi tidak menampik dan membenarkannya. Ia mengatakan kalau pihaknya masih mendalami soal keterlibatan oknum anggota tersebut. Jika memang terbukti terlibat, pastinya juga akan ditindak.
“Kami masih mendalami soal keterlibatan oknum anggota tersebut. Karena belum tentu mereka terlibat dalam kasus curanmor ini. Kalau memang terlibat, pastinya tetap kami tindak dan akan kami koordinasikan dengan instansi terkait,” jelas Singgamata.
Sementara itu, dari pengakuan para pelaku yang diamankan, ada 30 TKP pencurian yang sudah mereka lakukan. Semuanya dilakukan pada tahun 2013, 2014 serta 2015. 30 TKP pencurian tersebut, diakui semuanya dilakukan di wilayah Kecamatan Lowokwaru.
Mantan Kapolres Lumajang ini menegaskan, bahwa pihaknya belum puas dengan tertangkapnya tujuh jaringan curanmor asal Pasuruan tersebut. Karena masih ada jaringan pelaku lain yang belum tertangkap. Itu melihat dari rekap kejadian curanmor pada 2014 lalu, sebanyak 1600 kasus.
“Masih ada jaringan pelaku lain yang belum tertangkap. Kami akan terus memburu mereka dan pasti akan menindak tegas. Selain itu kami juga tidak akan segan mengeluarkan tembakan, kalau memang pelaku melawan dan menyerang anggota,” paparnya.
Singgamata menyatakan dua dari tujuh tersangka yang diamankan polisi, adalah pelaku langsung Curanmor. Sedangkan lima lainnya, merupakan kawanan penadah. Dari penangkapan ketujuh tersangka ini, polisi berhasil mengamankan 19 sepeda motor berbagai merk.
Dua pelaku yang dimaksud adalah Yogiswara (Y), 27 tahun dan Wahyu (W), 28 tahun. "Para pelaku main-main ke Malang untuk mencari target," ujar Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata. Sasaran kedua pelaku ini adalah parkiran warnet, kost-kostan, toko-toko, serta kampus.
Ditambahkan, mula penangkapan, berawal saat Yogiswara dan Wahyu mencuri motor Suzuki Neon bernopol N 4974 BX milik Ninda Ayu, mahasiswi Universitas Brawijaya (UB), 27 Maret 2015 silam. Saat itu, Ninda memarkir motornya di parkiran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB pada malam hari.Baru pada 21.15 WIB, Ninda tahu sepedanya hilang. Sekitar pukul 23.00 WIB, Ninda melaporkannya ke Polsek Lowokwaru. Geram dengan laporan ini, Polres Malang Kota dengan tim khusus Curanmornya, bergerak untuk menelusuri siapa pelaku pencurian motor Ninda tersebut.
Dalam tiga hari, Polres Malang Kota berhasil menangkap Yogiswara dan Wahyu. Senin, 30 Maret 2015, keduanya ditangkap bersama barang bukti berupa tiga unit sepeda motor dan satu unit kerangka sepeda motor. "Ada perlawanan dari pelaku yang berusaha melarikan diri. Karena itu, terpaksa kami beri tembakan di kaki kiri. Pelaku yang kami tembak adalah Y," ujar Singgamata. (agp/erz/nug)