Spesialis Pencuri Burung Hinggap di Polsek

SUMBERPUCUNG- Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Peribahasa itu pantas disematkan pada Amad Supriadi, 35 tahun, warga Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Kelihaiannya mencuri burung di 16 lokasi terhenti, setelah ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Sumberpucung, akhir pekan kemarin.
“16 tempat kejadian perkara (TKP) pencurian burung yang dilakukan tersangka, seluruhnya berada di Kecamatan Sumberpucung. Sedangkan salah seorang korbannya, merupakan anggota kepolisian yang berdinas di Polsek Sumberpucung ini,” ungkap Kapolsek Sumberpucung AKP Sri Widyaningsih kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, tersangka mengambil beberapa jenis burung, diantaranya mulai kenari, love bird dan perkutut. Sedangkan sasarannya merupakan burung yang sedang dijemur di halaman rumah dan juga dipinggir jalan, lantaran mudah diambil. Sebanyak 16 kali mencuri burung itu, sama sekali aksinya tidak dipergok opemiliknya dan masyarakat.
“Tersangka ini, mencuri burung beserta sangkarnya. Ssasarannya burung yang dijemur di tempat yang sepi,” ujar Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Tersangka ini dapat ditangkap kata dia, atas laporan dari salah seorang korban yang merupakan tetangganya.  Saat itu, korban yang sekaligus tetangganya beranama Abdul Rohim itu, melihat burung kenari miliknya beserta sangkarnya berada di rumah pelaku. “Atas laporan itu, kami melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya. Saat digeledah di dalam rumahnya, terdapat burung-burung hasil curian itu,” ungkapnya.
Lanjut dia, jajaranya setidaknya berhasil menyita delapan burung di dalam rumah tersangka. Sedangkan salah satu burung kenari itu diketahui milik anggota Polsek Sumberpucung. “Saat diperiksa, tersangka mengaku sendirian ketika menjalankan aksinya tersebut,” imbuh kapolsek.
Sedangkan tersangka ini, dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, yang ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara. (big/aim)