Jaring Sindikat Penggelapan Mobil Rental

Tersangka IB, saat diperiksa Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, kemarin siang.

KEPANJEN- IB, 34 tahun, warga Jalan Panji RT 05 RW 04 Kelurahan/Kecamatan Kepanjen, sejak kemarin harus mendekam di balik sel tahanan Mapolres Malang. Tersangka terlibat penggelapan mobil rental dan memalsukan identitas. Diduga, tersangka tidak sendiri dalam menjalankan aksinya dan melibatkan jaringan lebih luas.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya pada Minggu (5/4) malam, terkait kasus penggelapan mobil serta pemalsuan identitas. Terkait kasus ini, masih kami lakukan pendalaman,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, tersangka dilaporkan korban berinisial AR, 37 tahun. Tersangka menggelapkan mobil rental milik AR. Modus yang dilakukan dengan menyewa mobil milik korban dengan jangka waktu satu bulan. Dalam jangka waktu itu, tersangka tidak mengembalikan mobil yang dipinjamnya itu dengan alasan masih dipergunakan dan akan melakukan perpanjagan masa sewa.
“Namun, tersangka tidak kunjung ke kantor untuk menyerahkan uang perpanjangan masa sewa. Sehingga korban melaporkannya kepada kepolisian,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Dari laporan itu, petugas menangkap tersangka di rumahnya. Tersangka tidak berkutik dan digelandang ke Mapolres Malang.
“Melalui hasil penyelidikan, tersangka ini menjual mobil sewaan tersebut seseorang yang identitasnya telah kami kantongi,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya. Lanjut dia, saat dilakukan penangkapan itu, petugas berhasil menyita dua buah E-KTP palsu milik tersangka dengan identitas yang berbeda.
Diduga, dua buah E-KTP Palsu tersebut, sebagai alat tersangka untuk menyewa mobil rental, kemudian digelapkan. “Dalam pemeriksaan, tersangka membuat identitas palsu ini, dari salah seorang temannya di Surabaya. Identitas temannya pembuat identitas palsu ini, sudah kami kantongi,” terang pria berkacamata tersebut.
Terkait kasus ini, pihaknya akan menyelidiki dan melakukan pendalaman. Karena saat menjalankan aksinya ini, diduga tersangka melibatkan pelaku lain dan tidak menutup kemungkinan melibatkan jaringan yang lebih luas.
“Bisa jadi, tersangka tidak sekali saja melainkan penggelapan ini. Melainkan, masih banyak lagi korbannya, namun belum melapor kepada kami,” pungkasnya. (big/aim)