Truk Terjun Bebas ke Sungai, Sopir Tewas

MALANG – Senen (60 tahun) sopir truk pengangkut pasir tewas seketika di hari Senin (5/4) kemarin. Truk nopol N 9093 UG yang dikemudikannya jatuh ke dasar sungai dengan kedalaman 12,4 meter. Warga Dusun Robyong RT04 RW11, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tak sempat melompat dari truk.
Berbeda dengan kernetnya, Abdul Hamid (38 tahun) yang selamat dari maut setelah melompat sebelum truk naas tersebut jatuh ke sungai.  Musibah bagi Senen di hari Senin itu terjadi di jembatan menuju Perumahan Green Hill, Desa Ngijo,  Kecamatan Karangploso.  Bodi truk pengangkut pasir itu teronggok di lokasi kejadian hingga kemarin sore.
“Senen meninggal di lokasi dengan luka di bagian kepala yang cukup parah, akibat terjepit bodi truk,’’ terang Kanit Laka Polres Malang Ipda Yoyok Supandi yang kemarin langsung turun untuk melakukan olah TKP.
Yoyok menjelaskan, kecelakaan ini berawal saat truk bermuatan pasir yang dikemudikan Senen melaju dari arah Selatan ke Utara. Saat truk masuk area Perumahan Green Hill, kondisi mesin masih normal. Hingga kemudian ada jalan menanjak, secara tiba-tiba mesin truk mati.
“Menurut keterangan saksi yaitu kernet truk, saat masuk perumahan kondisi mesinnya masih normal, bahkan jalan menurun di pintu masuk tidak ada masalah, rem  pada truk tersebut masih normal. Tapi saat jalan menanjak, secara tiba-tiba mesin truk mati,’’ urainya.
Tidak jelas, penyebab matinya mesin truk colt diesel tersebut secara tiba-tiba. Tapi yang jelas, begitu mesin mati truk yang mengangkut beban berat ini langsung mundur. Senen yang mengemudikan truk sempat berusaha menghidupkan mesin,  dan menginjak rem, namun upaya tersebut gagal.
“Saya langsung melompat saat truk terus berjalan mundur. Saya juga berteriak kepada pak Senen agar dia juga keluar dari truk, tapi tidak dihiraukan,’’ kata Hamid, yang mengatakan saat melompat dia memegangi kepalanya agar tidak terbentur.  
“Sempat beberapa kali terguling, dan saat itu saya memegangi kepala agar tidak terbentur,’’ imbuhnya.
Sementara truk terus melaju mundur dengan kencang. Hingga kemudian bagian belakang truk menabrak pagar jembatan perumahan hingga jebol. Truk tetap melaju hingga akhirnya terjun bebas.
“Begitu mendengar suara keras saya langsung melihat ke jembatan, dan saat itu melihat truk terjun ke sungai,’’ tambah Hamid yang terlihat shock atas peristiwa tersebut.
Hamid kemudian berdiri, dia langsung melihat truk dari atas jembatan. “Saat itu posisinya terbalik, roda truk ada di atas,’’ katanya yang mengatakan saat itu sempat memanggil Senen, pengemudi truk.  Beberapa kali dipanggil dan tidak ada jawaban, Hamid pun berteriak meminta tolong.
Teriakan Hamid langsung direspon warga. Menuruni sungai, warga pun berusaha menolong Senen. Upaya memberikan pertolongan ini tidak mudah. Itu karena tubuh Senen berada di bawah, dan terjepit bodi truk. Bukan itu saja, air yang mengalir di sungai tersebut juga terus membesar, membuat warga kian kesulitan mengevakuasi tubuh korban. Tapi begitu setelah 30 menit, warga berhasil mengeluarkan tubuh Senen. Hanya saja, nyawa pria ini tidak bisa diselamatkan.
Tubuh Senen langsung dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Selain mengevakuasi tubuh Senen, warga juga membalik bodi truk, agar mudah saat dilakukan evakuasi.
Hamid mengatakan, jika pasir yang dibawa menggunakan truk itu diambil sendiri oleh Senen di Lumajang. Sementara dirinya menunggu di Pakis. Pasir tersebut sedianya akan diantar ke rumah Ismanu Nur Fatoni, 32 tahun, warga Wisma Kamboja, Perum Green Hill. “Sudah tiga kali saya dan pak Senen masuk sini. Pertama dulu pasir, kemudian coral, dan sekarang pasir lagi. Sebelumnya, tidak pernah ada masalah, pak Senen juga bisa menguasai kemudi saat truk mulai masuk jalan tanjakan ini,’’ kata Hamid.  
Ditanya apakah ada yang berbeda dengan Senen? Hamid langsung menganggukan kepala. Dia mengatakan, ada perubahan sikap dari Senen sejak kali pertama dia naik truk. Senen yang biasanya diam mendadak sering bercanda dan banyak bicara. ‘’tidak biasanya pak Senen ini banyak bicara apalagi bercanda. Kalaupun dengan saya, dia hanya bertanya seperlunya. Tapi tadi malah banyak bicara,’’ katanya sembari tertunduk lesu.
Sementara Ismanu Nur Fatoni, mengaku kaget dengan kecelakaan truk yang  mengangkut pasir untuk kebutuhan pembangunan rumahnya. Bahkan, dia langsung berlari untuk melihat ke lokasi. “Tadi pak Hamid yang datang ke rumah saya, kemudian saya langsung ke sini,’’ katanya. Dia juga membenarkan jika Senen dan Hamid, dua kali datang ke rumahnya untuk mengantar material.  “Makanya saya kaget mendengar pak Senen kecelakaan, dan langsung ke TKP untuk melihat kondisinya,’’ katanya. Dia pun mengaku sangat menyesal karena saat itu nyawa Senen tidak bisa diselamatkan. “Tadi saya ikut melakukan evakuasi, dan menemukan pak Senen sudah tidak bernyawa,’’ tandasnya.(ira/ary)