Cemburu, Pacar Dibogem Sampai Pingsan

Tersangka Imron saat diperiksa Penyidik Reskrim Polres Pagelaran kemarin siang.

PAGELARAN- Cemburu buta, membuat Imron kalap dan gelap mata. Pria berusia 36 tahun ini, menganiaya pacarnya sendiri, Indrawati, 35 tahun, hingga pingsan. Warga Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo ini, memukul dagu korban dengan keras hingga tersungkur dan pingsan di warung kopi di Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran.
Imron curiga kekasih hatinya selingkuh. Saat menerima telpon, korban selalu menjauh dari tersangka. Hal itu, membuatnya semakin curiga. Karena curiga dan cemburu buta, dia mengajak Indrawati untuk menyelesaikan permasalahan itu di warung kopi yang ada di Desa Clumprit, Pagelaran.
“Saat itu, terjadi cek-cok diantara keduanya. Tersangka meminta korban untuk memberikan ponselnya,” terang Kapolsek Pagelaran AKP Suyoto kepada Malang Post, kemarin.
 Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut menjelaskan, korban tidak mau menyerahkan ponsel tersebut. Akibatnya, tersangka naik pitam dan menyeret korban keluar dari warung itu dengan paksa.
“Saat menarik korban ini, tersangka bilang bahwa korban adalah istrinya. Sehingga, pengunjung di warung kopi itu, tidak berani berbuat apa-apa,” imbuhnya.
Di luar warung kopi itu, tersangka memukul dagu korban dengan keras. Pukulan keras itu, membuat korban tersungkur dan pingsan. Tersangka, lalu mengambil ponsel korban dan meninggalkan korban yang tersungkur pingsan begitu saja. Warga langsung menolong  dan membawanya ke poliklinik terdekat. Setelah sadar, korban diantar pulang. Tidak terima dengan perlakukan dari tersangka itu, membuat korban melaporkannya ke Polsek Pagelaran, pada kesesokan harinya.
“Usai melapor, tersangka kami arahkan untuk membuat visum. Setelah visum keluar, lalu kami melakukan penangkapan tersangka, di rumahnya,” tegas kapolsek. Untuk tersangka ini, dijerat dengan Pasal 368 KUH tentang pemerasan dan penganncaman, yang ancaman hukumannya sembilan tahun kurungan penjara. (big/aim).