Sempat Kabur, Spesialis Pencuri Etawa Dibekuk

Petugas Polsek Wonosari, saat menunjukan barang bukti berupa kambing etawa, yang dicuri oleh tersangka Supadi.

WONOSARI - Supadi, 48 tahun, warga Desa Sumbertempur RT 01 RW 03, Kecamatan Wonosari, menjadi spesialis pencuri kambing etawa. Karena harganya lebih tinggi dari kambing kacang atau sejenisnya. Salah satunya milik Narto, 40 tahun, warga Dusun Rekesan, Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari yang dicurinya pada pertengahan bulan lalu.
Tersangka melakukan aksinya sendirian, pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, menggunakan sepeda motor.
“Tersangka masuk ke dalam kandang kambing dan  melepas tali ikatan kambing etawa, lalu membawanya pergi,” kata Kapolsek Wonosari AKP Afan Junaedi SH, kepada Malang Post kemarin.
Tersangka menuntun kambing melalui halaman belakang rumah Narto. Kambing itu diangkut dan ditali di atas sepeda motornya untuk dibawa pulang ke rumahnya. Takut ketahuan, tersangka membawa kambing curian ke rumah saduaranya di Pantai Lenggoksono, Kecamatan Tirtoyudo.
Mengetahui kambing etawanya hilang, korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Wonosari.
“Tersangka ini dapat ditangkap atas informasi dari masyarakat. Saat itu, terdapat seseorang yang melihat tersangka mengangkut kambing untuk disembunyikan ke Pantai Lenggoksono Kecamatam Tirtoyudo. Petugas langsung bergegas menuju lokasi yang dimaksud dan menangkap tersangka,” terangnya.
Saat dilakukan penangkapan itu kata dia, tersangka kabur beserta barang butinya tidak berada di tempat. Tersangka kemungkinan berpindah-pindah di sekitar wilayah Tirtoyudo.
 “Barulah kemarin, tersangka pulang ke rumahnya dan membawa kambing itu. Begitu mendapat informasi tersebut, kami lakukan penangkapan,” paparnya.
Tersangka di duga masuk dalam jaringan pencurian hewan yang selama ini meresahkan masyarakat di Kabupaten Malang. (big/aim)