Keracunan Masal Dua Desa

MALANG – Keracunan masal melibatkan dua desa, yakni Kaumrejo dan Sumberagung Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang sejak Minggu (5/4) lalu. Hingga kemarin para korban masih harus menjalani perawatan di Puskesmas serta Balai Pengobatan Kusuma Husada Ngantang.  
Mereka yang mengalami keracunan terdeteksi sebanyak 16 orang. Diduga, mereka mengalami keracunan makanan setelah menghadiri hajatan kitan dari rumah Yadi, warga Desa Kaumrejo, Minggu (5/4) petang. ‘’Kami menghadiri acara sunatan tersebut Minggu petang. Awalnya, kami tidak apa-apa, tetapi sehari setelahnya, kami keracunan,’’ tegas Sofanul, salah satu korban.
Hingga kemarin, Sofanul masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Ngantang. Dia menjelaskan, saat menghadiri hajatan, dia makan nasi dan krengsengan daging. Selang semalam setelah makan-makanan itu, dia mulas dan sering ke belakang seperti orang diare.
‘’Rasanya lemas sekali. Pokoknya saya berkali-kali ke belakang. Setelah itu kami memutuskan untuk berobat ke Puskesmas ini,’’ tegas dia.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang bersama anggota Polsek Ngantang sedang menyelidiki penyebab keracunan masal itu. Mereka juga sudah mengambil sample makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan missal.
Kordinator Perawat, Puskesmas Ngantang, Restu Nugroho menjelaskan, jumlah pasien keracunan makanan yang dirawat di Puskemas Ngantang sebanyak sembilan orang. Sedangkan tujuh orang dirawat di Balai Pengobatan Kusuma Husada Ngantang.
’’Dinkes sudah sudah mengambil sampel air dan bumbu masakan dari rumah Yadi. Selanjutnya, sample makanan dilakukan uji laboratorium dan harus menunggu hasilnya,’’ terang Restu, kemarin.
Dia menjelaskan saat tiba di Puskesmas, sembilan pasien dalam kondisi lemas. Mereka rata-rata mengaku pusing, perutnya sakit dan sering buang air besar di rumahnya. Penanganan medis sudah dilakukan, antara lain dengan  memberikan cairan infus dan memberi obat kepada pasien.
‘’Sudah ada pasien yang diizinkan pulang lebih awal karena kondisinya membaik dan tidak merasakan sakita atau pusing lagi. Pasien lainya masih harus menjalani perawatan karena kondisinya masih lemah, perutnya masih sakit. Mereka masih perlu observasi lagi,’’ tambahnya saat ditemui di Puskesmas Ngantang, kemarin.  
Dia juga menjelaskan, tujuh pasien diperkirakan sudah bisa meninggalkan Puskesmas, Kamis (9/4) hari ini. Hanya saja, untuk bisa meninggalkan puskesmas atau belum, mereka harus melalui observasi terakhir dan diketahui oleh dokter.
Hal senada juga diungkaplan Partiem, warga Dusun Rejosari, Desa Sumberagung. Dia selalu mual dan berkali-kali buang air besar sejak Senin pagi hingga sore sebelum memutuskan berobat ke Puskesmas.
Dia saat itu hanya makan dua potong daging sapi yang disajikan saat acara hajatan rumah Yadi. Hingga kemarin, perut masih terasa agak sakit dan kepala juga masih pusing, sedangkan berak-berak tidak lagi.
Sementara itu Kapolsek Ngantang, AKP Sahraku menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas perkara dugaan keracunan makanan di rumah Suyadi. Pihaknya membutuhkan hasil lab untuk memastikan zat yang terkandung pada makanan.
‘’Tunggu hasil lab dulu. Kami belum bisa memastikan apakah sumber keracunan dari makanan itu atau tidak,’’ katanya.
Warga Desa Kaumrejo dan Sumber Agung Kecamatan Ngantang yang Keracunan itu antara lain Sudarmono, Jumali, Supriyatno, Sofanul, Hariadi, Siswanto, Majuri, Sunardi, Purnomo, Umi, Slamet, Rita M, Usman, Sri M, Wiyono dan Partiem. (feb/ary)