Makanan Dihinggapi Bakteri Salmonella

Sejumlah warga masih menjalani perawatan di Puskesmas Ngantang, kemarin.

Keracunan Masal Dua Desa
MALANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang memastikan jika penyebab keracunan masal yang menimpa warga Desa Kaumrejo dan Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang adalah bakteri Salmonella. Bakteri Salmonella tersebut terdapat di salah satu makanan yang dihidangkan saat acara hajatan di rumah Suyadi.
“Hasil laboratorium memang belum keluar sampai saat ini. Tapi dari gejala yang terlihat dari para pasien, besar kemungkinan penyebabnya adalah bakteri Salmonella,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr Abdur Rahman.
Dihubungi Malang Post, dia menampik jika keracunan itu disebabkan karena pasien mengkonsumsi rawon atau krengsengan. Keracunan itu disebabkan dari  hidangan sayuran. “Sayuran yang sering dihangatkan, memiliki potensi sangat besar, berkembangnya bakteri Salmonella ini,’’ katanya.
Bakteri ini menyerang melalui usus. Berkembangnya bakteri ini bisa dirasakan para pasien, dengan berbagai gejala yang ditimbulkan. Diantaranya adalah sakit perut, sakit kepala, demam, diare, mual dan muntah.
Perkembangan bakteri ini dapat terlihat 12-72 jam setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. “Pasien akan mengalami mual, sakit kepala, muntah atau diare, setelah bakeri itu masuk ke tubuh 12-72  jam,’’ tambahnya.
Tapi begitu, pria yang akrab disapa dengan nama Gus Dur ini mengatakan kondisi tubuh pasien yang bagus tidak ada mendapatkan gejala tersebut meskipun dalam tubuhnya terdapat bakteri Salmonella.
“Sebaliknya dengan pasien yang memiliki antibody lemah seketika bakteri Salmonella akan cepat berkembang, dan pasien akan semakin drop,’’ katanya.
Disinggung kapan hasil laboratorium keluar? Mantan wakil direktur RSUD Kanjuruhan ini mengaku belum bisa memastikan. “Nanti kalau keluar saya beritahu,’’ katanya.
Sementara itu Kepala Desa Kaumrejo Hartono, mengatakan keracunan masal yang dialami warganya belum tentu akibat makanan yang dihidangkan Suyadi. Perkataan tersebut bukan tanpa alasan dilontarkannya. Itu seiring dengan warga lainnya tidak mengalami kondisi serupa.
“Saat hajatan yang digelar pak Suyadi, hampir 90 persen warga di Desa Kaumrejo datang. Saya dan istri juga datang ke hajatan tersebut, juga mengkonsumsi makanan yang diihidangkan, tapi tidak ada-apa,’’ katanya.
Lalu apa yang menjadi penyebab? Pria yang ditemui Malang Post usai mengikuti prosesi pelantikan kades serentak ini mengatakan kemungkinan besar adalah air. Di Desa Kaumrejo, kades incumbent ini mengatakan warganya masih mengkonsumsi air sumur.  “Saya tidak mau berandai-andai, tunggu hasil labnya dulu saja,’’ katanya, sembari berharap Dinkes juga melakukan uji laboratorium untuk kandungan air sumur yang ada di rumah warga.
Disinggung berapa warga Desa Kaumrejo yang masih dirawat di Puskesmas maupun Balai Kesehatan? Pria berkumis ini mengaku sampai siap kemarin masih ada 5 orang yang dirawat. Namun begitu, lima orang tersebut kondisinya sudah membaik. “Kalau informasinya sore ini (kemarin) bisa pulang. Tapi yang jelas semua pasien kondisinya sudah membaik,’’ tandasnya.
Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya keracunan masal melibatkan dua desa, yakni Kaumrejo dan Sumberagung Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang sejak Minggu (5/4) lalu. Hingga kemarin para korban masih harus menjalani perawatan di Puskesmas serta Balai Pengobatan Kusuma Husada Ngantang.  
Mereka yang mengalami keracunan terdeteksi sebanyak 16 orang. Diduga, mereka mengalami keracunan makanan setelah menghadiri hajatan kitan dari rumah Yadi, warga Desa Kaumrejo, Minggu (5/4) petang. (ira/ary)