Komplotan Pengedar Upal Dibekuk

Kapolsek Kepanjen Kompol Sulistyo Nugroho  menunjukkan barang bukti berupa uang palsu.

KEPANJEN- Awas !!! Jaringan pengedar uang palsu (upal), kembali merambah Kabupaten Malang. Unit Reskrim Polsek Kepanjen, sukses membongkar jaringan pengedaran upal, yang biasa beraksi di Kecamatan Kepanjen dan sekitarnya. Empat pelakunya, berhasil dibekuk oleh petugas.
Mereka adalah  seorang warga Dusun Tambang, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, M Rudi bin Sagendar, 43 tahun. Sedangkan tiga pelaku lainnya berdomisili di Kecamatan Gandungsari Kabupaten Blitar, yakni Nining Sugiarti, 33 tahun,  Sulasem, 43 tahun dan Totok Subagiono, 52 tahun
“Tersangka yang kami tangkap pertama kali, adalah M Rudi bin Sagendar. Tersangka ini, kami tangkap atas informasi dari masyarakat, yang sering mengedarkan upal di Pasar Kepanjen,” kata Kapolsek Kepanjen, Kompol Sulityo Nugroho kepada wartawan kemarin.
 Dari tangan ketiganya, petugas berhasil menyita upal senilai Rp 10 Juta.Selain itu, juga terdapat beberapa lembar pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, uang asli. Juga terdapat dompet dan empat buah ponsel, masing-masing milik tersangka.
Dijelaskan oleh kapolsek bahwa  tersangka M Rudi, ditangkap usai mengedarkan upal.Saat itu, salah seorang pedagang Pasar Kepanjen, curiga dengan uang palsu yang diberikan tersangka Rudi. Karena curiga itu, diam-diam tersangka mengirim pesan singkat terhadap salah seorang temannya, yang juga anggota kepolisian.
“Saat menerima informasi tersebut, anggota kami bergegas menuju Pasar Kepanjen, untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka,” terang Perwira Menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya ini. Setelah ditangkap dan digeledah, tersangka tidak bisa mengelak lagi. Lantaran terdapat dua lempar upal senilai pecahan Rp 100 ribu.
Kemudian, tersangka ini digelandang ke Polsek Kepanjen, untuk diinterigasi. Hasil interogasi itu, kemudian mengembang ke tiga nama pelaku lainnya. Setelah petugas mendapatkan identitiras mereka, langsung bergegas melakukan penangkapan.
“Tiga pelaku ini, mengaku mendapat uag palsu dari sesorang yang berada di Kabupaten Pasuruan. Untuk identitas pelaku yang diduga merupakan bandar upal, sudah kami kantongi. Saat ini, tengah lakukan perburuan, terhadap pelaku tersebut,” terang mantan Kasubdit Pam Obyek Vital (Pamobvit) Polda Jatim ini.
Sedangkan modus yang dilakukan oleh komplotan ini, yakni membelikan upal ini, untuk mendapatkan uang asli, melalui kembalian hasil pembelian. “Keempat  tersangka ini, kami jerat dengan Pasal 245 KUHP tentang peredaran uang palsu, yang ancaman hukumannya, sembilan tahun penjara,” pungkasnya. (big/nug)