Polisi Bidik Dugaan Korupsi Anggota Dewan

AKP Wahyu Hidayat SIK

KEPANJEN- Satreskrim Polres Malang, kemarin, telah melayangkan surat pemanggian terhadap Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Kuncoro SH. Pemanggilan politisi asal PKB ini, sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Kedok Kecamatan Turen, senilai hampir Rp 100 Juta.
“Seperti dalam surat yang telah kami layangkan, pemeriksaaan sebagai saksi terhadap Kuncoro, dijadwalkan pada Senin (13/4) pekan depan,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat SIK kepada Malang Post kemarin.
 Dia menjelaskan, kasus dugaan korupsi mencuat atas informasi dari masyarakat Desa Kedok Kecamatan Turen. Kasus dugaan korupsi ADD tersebut, saat Kuncoro menjabat sebagai Kades Kedok Kecamatan Turen pada tahun 2013 yang lalu.
“Sebenarnya, kasus ini merupakan kasus lama. Kami hanya meneruskan prosesnya, dengan memintai keterangan dari yang bersangkutan,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya.
Dijelaskannya, kasus ini dalam tahap penyidikan pihaknya. Sehingga, penyidik sudah mempunyai indikasi kuat, adanya pelanggaran pidana korupsi. Proses pengusutan kasus ini, terus dilakukan oleh penyidik Satreksrim Polres Malang. Disinggung mengenai tersangkanya, dia masih belum bisa mengungkapkannya secara gamblang.
“Yang jelas, terkait kasus ini, sudah terdapat indikasi pidana korupsi yang membuat kerugian terhadap negara,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap Kuncoro akan menentukan langkah selanjutnya terkait kasus ini. Dia berharap, yang bersangkutan dapat menghadiri pemanggilan itu.
“Kalau tidak hadir, maka akan kami layangkan pemanggilan terakhir,” imbuh pria berkacamata ini. Hal itu kata dia, sudah sesuai dengan aturan pemanggilan untuk saksi, yang sebanyak dua kali. Langkah selanjutnya dari kasus ini, kata dia, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keurangan (PPATK).
Hal itu dilakukan, untuk mengetahui jumlah kerugian negara, akibat dugaan kasus korupsi ini. “Kalau dugaan awal, nominal kasus korupsi ini senilai hampir dari Rp 100 juta. Untuk nominal tepatnya, nanti akan diperiksa oleh PPATK,” pungkasnya.
Sementara itu, Kuncoro dikonfirmasi terpisah mengaku belum menerima panggilan tersebut. “Bila nantinya saya telah menerima surat pemanggilan tersebut, maka saya akan memenuhinya. Sebagai warga negara yang baik, saya harus taat hukum dengan menghadiri pemanggilan ini,” terangnya.
Hanya saja, dia enggan berbicara lebih banyak terkait soal itu. “Bisa diikuti proses hukum yang dijalani di kepolisian saat ini,” tandasnya.(big/aim)