Cinta Mahasiswa dan Siswi SMA Berakhir di Penjara

INI adalah pelajaran untuk kaum muda.Agar jangan mudah   tergiur melakukan perbuatan yang diluar batas, agar tidak berurusan dengan pihak kepolisian seperti dialami  mahasiswa asal Kupang berinisial JEE ini.

Atas nama cinta, dia   melakukan hubungan pasangan suami istri (pasutri) berulangkali  dengan kekasihnya,sebut saja  bernama  Bunga.Setidaknya mereka melakukan tiga kali  hubungan tersebut sejak  dari 31 Januari 2015 sampai 2 Februari 2015.
Padahal, saat digauli Bunga masih berusia 17 tahun. Sehingga Jones yang merupakan warga Kupang, Nusa Tenggara Timur, berarti telah menggauli anak di bawah umur. Mengetahui hal ini, keluarga Bunga tidak terima dan melaporkannya ke Polres Malang Kota pada 5 Februari 2015.
"Ibu kost korban bingung mencari korban yang tidak pulang sampai dua malam. Kemudian, ibu kost korban menelepon orang tua korban. Orang tua korban datang ke Malang dan akhirnya tahu kejadian ini," ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni.
Ditambahkan,  tersangka kemudian diminta datang ke Malang oleh keluarga korban.JEE   merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di luar Jawa Timur. Sedangkan Bunga, merupakan siswi di salah satu SMA di Kota Malang. Bunga juga merupakan warga dari luar Pulau Jawa.
Jones dan Bunga bertemu sejak 2011 lalu. Keduanya kemudian menjalin hubungan pacaran pada 2012 silam. Saat itu, bunga masih SMP. Hingga pada akhirnya, Jones kuliah di salah satu universitas di luar Jawa Timur, sedangkan Bunga bersekolah di Kota Malang."Saat kejadian, tersangka dan korban ingin bertemu. Tersangka berjanji akan menikahi korban. Makanya, korban menerima ajakan tersangka," tambah Nunung.
Jones sendiri, akhirnya ditangkap polisian pada 1 Maret 2015 silam saat baru keluar dari Stasiun Kota Baru. Dari kasus ini, polisi menahan barang bukti berupa baju dan pakaian dalam tersangka dan korban saat melakukan persetubuhan.
"Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.  Dia terancam pidana penjara 3 sampai 15 tahun penjara," tegas Nunung saat gelar perkara seraya menunjukkan beberapa bukti terkait kasus ini. (erza)