Paman Bawa Lari Ponakan

KEPANJEN - Pelarian Bayaki, 33 tahun, warga Kelurahan/Kecamatan Dampit, selama tiga bulan bersama korbannya, terhenti sudah. Setelah tim Buser Satreskrim Polres Malang menangkap Bayaki di tempat perembunyiannya di Sidoarjo, Minggu kemarin. Dia membawa lari dan menyetubuhi keponakannya sendiri, BW, 17 tahun, warga Kecamatan Dampit.
“Penangkapan tersangka berkat kerjasama kami dengan Polres Sidoarjo. Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan, sedangkan korban ditemukan selamat ditempat yang sama,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo SH M.Hum, kepada Malang Post, kemarin malam.
Dijelaskannya, perisitwa pelarian BW, terjadi pada bulan Januari yang lalu. Saat itu, korban melarikan BW ke Kalimantan. Mengetahui BW dilarikan tersangka, membuat orang tua korban melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malang. Laporan itu langsung ditindaklanjuti petugas.
“Kami sempat mengejar tersangka ke Kalimantan, tepatnya di Samarinda. Kami juga menjalin koordinasi dengan petugas kepolisian setempat. Hanya saja, pelaku ini berpindah-pindah sehingga sulit dideteksi keberadaanya,” paparnya.
 Saat ditinggal di Samarinda, berulangkali tersangka menyetubuhi korban.
Lanjut Tiyo sapaan akrabnya, tersangka berdalih melakukan perbuatan tersebut, lantaran suka sama suka. Tersangka membawa korban ke sebuah perumahan di Sidoarjo, sejak pertengahan bulan Februari yang lalu. Saat itu, petugas Satreskrim Polres Malang mendapatkan informasi keberadaan tersangka di tempat tersebut. Nama tersangka sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Jawa Timur. “Kami lalu berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Polres Sidoarjo untuk melakukan penangkapan. Alhamdulillah, pada akhirnya tersangka dapat ditangkap dengan mudah,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya.
Sedangkan alasan tersangka melarikan korban kata dia, lantaran tersangka cinta terhadap korban. Kemudian, tersangka ini menyetubuhinya. “Atas tindakan yang dilakukan, tersangka kami jerat Pasal 81-82  UU No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak di bawah umur, ancaman hukumannya 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (big/aim)