Hujan Deras, Tahanan Polsek Kabur

BATU - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Batu, Minggu  (12/4) siang kemarin dimanfaatkan tahanan Polsek Batu untuk melarikan diri. Suwarsono alias Son, 35, warga Dusun Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo kabur dari tahanan sekitar pukul 14.15.
            Tahanan kasus asusila ini kabur dengan cara menjebol atap tahanan Mapolsek Batu yang berada di Jalan Ahmad Yani Kota Batu ini. Son kabur meninggalkan satu tahanan asusila yang mendekam di satu sel yang sama dengannya. Teman satu sel Son ini memilih tidak kabur dan tetap berada di sel.
Tidak satu pun penjaga dan penghuni asrama polisi yang berada di samping tahanan mengetahui tersangka kabur.
            Baru beberapa menit kemudian, penjaga mengetahui kejadian tersebut dan langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka. Son merupakan tersangka kasus pencabulan, ia ditangkap polisi karena menghamili anak tirinya yang masih berusia 13 tahun.
            Sebelum ditangkap polisi, buruh tani ini sempat membawa kabur anak tirinya ini. Status Son adalah tahanan Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) yang dititipkan di tahanan Mapolsek Batu dengan berbagai pertimbangan.
            Salah satu sumber menjelaskan bahwa Son dipindahkan ke Polsek Batu bersama satu tahanan asusila lainnya berinisial SS, seorang guru tari. Diduga pemindahan ini terkait dengan tindakan kekerasan yang mungkin bisa dilakukan oleh tahanan lain terhadap pelaku asusila.
            Tahanan Mapolsek Batu dari beberapa tahanan lain di wilayah Polres Batu sebenarnya cukup aman. Karena tahanan ini dilengkapi dengan CCTV yang menyorot di seluruh sel. Selain itu posisi tahanan berada di depan dekat ruangan unit Reskrim serta berada di halaman asrama polisi.
            Kasubag Humas Polres Batu, AKP Waluyo saat dikonfirmasi masalah ini membenarkan kejadian tersebut. “Kita sudah membentuk tim untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka. Kita himbau tersangka lebih baik menyerahkan diri,” tegas Waluyo.
            Sebelumnya, tahanan kabur terjadi di Polsek Junrejo. Saat itu pelaku pejambretan berhasil kabur dari tahanan. Namun hingga saat ini, tersangka belum juga berhasil ditangkap oleh polisi.
            Sementara itu, tersangka Son ditangkap petugas karena menggagahi anak tirinya hingga hamil 6 bulan. Siswa SMP ini digauli Son hingga 8 kali tanpa sepengetahuan ibunya yang baru saja melahirkan.
           Tersangka dijerat dengan dengan UU RI Nomor 35 tahun 2014 pasal 81 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Pengakuan tersangka, ia menyetubuhi Mawar karena tergoda kemolekan badan anak tirinya ini. Terlebih sejak istrinya hamil hingga melahirkan Son tidak pernah berhubungan badan dengan istrinya.
            Hingga satu saat Melati tertidur, Son mendatangi Mawar yang sedang menonton TV. “Saya goda, tapi dia tidak mau, akhirnya saya seret, kemudian terjadilah,” ujarnya, beberapa waktu lalu setelah ditangkap. Kejadian ini kembali terulang beberapa kali, hingga banyak 8 kali. (muh/feb)