Jadi Bidikan Polisi, Anggota Dewan Mangkir

KEPANJEN – Janji anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Kuncoro akan menghadiri panggilan penyidik Satreskrim Polres Malang, Senin kemarin, tidak terbukti. Padahal, penyidik sudah melayangkan surat panggilan ke politisi PKB itu, untuk meminta keterangannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Kedok Kecamatan Turen.
Pemanggilan itu statusnya masih sebagai saksi. Kasus itu terjadi, saat Kuncoro menjabat sebagai kepala Desa Kedok Kecamatan Turen pada tahun 2013 lalu. Dana yang menjadi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
  “Seharusnya hari ini (kemarin, red) Kuncoro kami periksa sebagai saksi. Hingga siang ini (kemarin siang, red) yang bersangkutan tidak datang, tanpa mengirimkan surat pemberitahuan alasan ketidakhadirannya kepada kami,” ujad Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat SIK, kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, surat yang pemanggilan terhadap Kuncoro telah dilayangkan ke Sekretariatan Dewan (setwan) DPRD Kabupaten Malang, pekan kemarin. Sejarusnya surat tersebut sudah diterima yang bersangkutan. Dia mengaku tidak mengetahui alasan Kuncoro tidak menghadiri pemanggilan tersebut.
“Sesuai dengan peraturan, maka akan kami layangkan surat pemanggilan kedua. Belum kami tentukan waktu pemanggilan kedua tersebut. Karena masih kami lakukan kajian,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Dijelaskannya, untuk pemanggilan saksi, sesuai aturan sebanyak dua kali. Bila pada pemanggilan kedua yang bersangkutan tidak datang, kata dia, maka akan dilakukan penjemputan, kemudian dibawa ke Polres Malang untuk diperiksa.
“Kalau sesuai aturan, pemanggilan saksi hanya sebanyak dua kali. Kami harapkan yang bersangkutan datang pada panggilan kedua nanti,” terangnya.
Kedatangan Kuncoro, kata mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini,  sangat penting untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana ADD Desa Kedok Kecamatan Turen. Nominal kerugian negara terkait kasus korupsi ini, hampir mencapai Rp 100 Juta.
Kuncoro dikonfirmasi terpisah mengaku tengah berada di Batam, dalam rangka kunjungan kerja (Kunker) DPRD. “Saya berangkat ke Batam, pada Sabttu (11/4). Saat itu, saya belum menerima surat pemanggilan tersebut. Bila sudah menerima, maka saya tidak akan pergi ke Batam,” terangnya melalui sambungan telepon kemarin.
Dia mengaku, surat pemanggilan tersebut, baru deterima istrinya di rumah pada Senin (13/4) siang. Sehingga, dia tidak bisa menghadiri pemanggilan itu. “Rencananya saya pulang besok (hari ini, red). Sebagai warga negara yang baik, nantinya, saya akan memenuhi panggilan tersebut,” pungkasnya. (big/aim)