Tertipu Dukun Pengganda Uang, Rp 68 Juta Raib

Tersangka Juki Hartono bersama barang buktinya, saat diperiksa di Mapolsek Kromengan, kemarin.

KROMENGAN-Mengaku sebagai dukun yang dapat menggandakan uang hingga Rp 1 miliar, Joki Hartoni alias Gus Ari, 43 tahun, warga Dusun Dawuhan, Desa Mangli, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember berhasil mengelabui Suparno, 49 tahun, warga Dusun Kantil, Desa Karangrejo Kecamatan Kromengan.
Saking percayanya dengan trik yang dilakukan pria yang bekerja sebagai sopir bus itu, Suparno rela merogoh koceknya hingga Rp 68 juta. Harapannya, uang Rp 68 juta itu bisa digandakan hingga Rp 1 miliar. Untuk menipu daya korbannya, Joki menggunakan alat-alat yang biasa digunakan untuk praktik perdukunan, seperti kain mori dan lainnya. Aksi penipuan itu dilakukan pada 25 Februari lalu.  Tersangka kenal dengan korban, di bis sebagai penumpangnya. Pada korbanya, pelaku mengatakan bisa mendatangkan uang gaib sebanyak Rp 1 miliar. Namun, korban harus membayar uang mahar, senilai Rp 68 juta kepadanya.
“Permintaan dari tersangka pun dituruti oleh korban. Setelah mahar disediakan dan transfer ke salah satu bank, pelaku lantas melakukan ritual,” Kapolsek Kromengan AKP Octa Pandjaitan kepada Malang Post kemarin.
Agar korban tidak curiga, pelaku meletakkan uang pecahan Rp 50 ribu asli di atas tas. Semua ritual itu, dilakukan di rumah teman tersangka di Slorok Kromengan. “Tersangka meminta korban supaya membawa pulang tas tersebut. Syaratnya harus dibuka rumah korban pada malam hari dan sendirian,” tuturnya.
Korban pulang dengan tidak curiga. Setelah dibuka pada malam hari, alangkah kagetnya, tas yang dibawanya hanya berisi dedaunan kering. Merasa menjadi korban penipuan, korban melaporkannya ke Mapolsek Kromengan.
“Tersangka kami tangkap, berkat informasi dari masyarakat. Tersangka yang bekerja sebagai sopir, memang sering berisitirahat di Selorok,” terangnya.
Setelah mendapatkan informasi yang bersangkutan kembali ke Selorok, petugas tidak menyiakan kesempatan itu dan melakukan penangkapan. Petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti uang hasil kejahatan senilai Rp 200 ribu. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah alat bukti untuk melakukan ritual, berupa kemenyan, dupa dan sehelai kain berwarna putih.
Selanjutnya, petugas akan mengembangkan kasus ini. Lantaran, diduga tidak sendiri menjalankan aksinya dan bisa saja melibatkan jaringan. “Tersangka ini kami jerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” pungkasnya. (big/aim)