Polisi Tembak Mati Pencuri Motor

MALANG – Langkah Polres Malang Kota menumpas jaringan pelaku curanmor di Kota Malang, belum berakhir. Tim Khusus (Timsus) Anti Curanmor, dini hari kemarin kembali sukses membongkar jaringan alap-alap motor. Sembilan orang tersangka berhasil diamankan.
Dari sembilan tersangka tersebut, satu ditembak mati dan tiga lainnya diberi hadiah timah panas di betis kaki kanannya. Mereka ini memiliki peran masing-masing. Ada yang bertugas sebagai pemetik (eksekutor/pelaku utama), penadah serta kurir.
Andri Hariyanto alias Ari, meregang nyawa setelah dada kirinya tertembus peluru polisi. Pria kelahiran Lumajang 1 Juni 1981 ini, terpaksa ditembak karena menyerang petugas dan berusaha kabur. Warga Dusun Krajan, Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randu Agung, Lumajang ini adalah gembong sekaligus otak pencurian.
“Tersangka AH (Andri Hariyanto, red) terpaksa kami tembak karena menyerang petugas dan berusaha kabur. Sebelum kami tembak, ia sempat kami beri tembakan peringatan tetapi tidak dihiraukan,” terang Waka Polres Malang Kota, Kompol Budi Santosa, saat press release didampingi Kasatreskrim AKP Adam Purbantoro, serta Kasubag Humas AKP Nunung Anggraeni.
Pelaku lain adalah Mansur (MS), 35 tahun, warga Dusun Tongmaling, Desa Ranulogong, Kecamatan Randu Agung, Lumajang. Ia berperan sebagai pemetik bersama Ari. Mansur harus menjalani perawatan di rumah sakit, akibat luka tembak di kaki.
Selanjutnya Andrian Oki Ayusta (AOA), 22 tahun, warga Jalan Supriadi, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung. Ia selamat karena tidak ditembak. Sekalipun Oki merupakan pemetik atau eksekutor pencurian bersama Ari dan Mansur.
Untuk penadah motor adalah Subari (SB), warga Pondok Blimbing Indah, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing. Pria kelahiran 14 Oktober 1969 ini, merupakan penadah motor curian. Ia ikut dihadiahi timah panas, karena berusaha menyerang dan kabur. Hingga kemarin, Subari masih dirawat di RSSA Malang.
Mokhamad Khusnul Arizal alias Rizal (MKA), juga merupakan penadah. Pemuda kelahiran 13 April 1986, warga Jalan Pahlawan Luring, Desa Sukopuro, Jabung ini terpaksa ditembak kaki kananya. Sedangkan tersangka lain merupakan kurir.
Mereka adalah Edo Rizqi Hananta (ERH), 24 tahun, warga Jalan dr Sutomo, Desa Sukopuro, Jabung. Joko Priyanto (JP), 22 tahun dan Agus Surpiyanto (AS), 22 tahun warga Jalan Supriyadi, Desa Sukopuro, Jabung. Satu tersangka lagi adalah Djoko Santosa (DS), warga Jalan Teluk Bayur, Kelurahan Pandanwangi, Blimbing.
“Mereka ini satu jaringan. Selain mereka, masih ada jaringan pelaku lain yang kini masih terus kami kembangkan. Termasuk dari jaringan ini, juga ada penadah lain yang kami buru. Sesuai arahan bapak Kapolres Malang Kota, kami perang dengan pelaku curanmor,” terangnya.(agp/han)