Tujuh Warga Jenggolo Gilir Siswi SMP

Enam tersangka pemerkosa yang masih remaja, saat diperiksa petugas Reskrim Polres Malang, kemarin

KEPANJEN - Hancur sudah masa depan gadis berinisal MM, 16 tahun, warga Kecamatan Kepanjen ini. Gadis yang masih duduk dibangku SMP ini, dipaksa melayani nafsu bejat tujuh orang sekaligus. Dia digilir bergantian hingga pingsan di areal persawahan yang berada di sekitar Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
Usai digilir hingga pingsan. Korban ditinggalkan begitu saja di semak-semak area persawahan. Mengetahui hal itu, korban ditolong oleh warga sekitar. Setelah sadar, dia diantarkan pulang ke rumahnya. Orang tua yang tidak terima itu langsung melaporkan ke kepolisian.
“Enam tersangka ini kami tangkap, karena saksi DN, mengenal salah satu identitas pelaku. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK kepada Malang Post, kemarin.
Enam pelaku yang berhasil ditangkap pada  Minggu (19/4) kemarin, yakni Rizki, 23 tahun, AA, 16 tahun, Danang Manggal, 18 tahun, Yuli Agus, 22 tahun, Sumantro, 18 tahun dan Sobri, 18 tahun. Seluruh pelaku itu, sama-sama warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen. Sedangkan satu pelaku lainnya yang diduga menjadi otak dari perbuatan tersebut berinisial AR, masih dalam buruan petugas. Saat dilakukan penangkapan terhadap AR, yang bersangkutan tidak ada di rumah alias kabur terlebih dahulu.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK menjelaskan, pemerkosaan massal itu terjadi pada Jumat (17/4) yang lalu di perswahan dekat Stadion Kanjuruhan. “Saat itu, tujuh pelaku ini berniat menonton kuda lumping. Saat berangkat, mereka berpapsan dengan korban di tempat itu,” ujarnya.
Lanjut dia, saat itu korban berjalan-jalan di area sawah dekat Stadion Kanjurhan, bersama temannya berinisal DN, 17 tahun. Antara tujuh pelaku ini dengan korban, sebelumnya tidak kenal. Kemudian, AR, mengajak enam temannya itu, untuk berkenalan dengan korban dan temannya. Kenalan itu, menjadi modus melakukan pemerkosaan.
Mereka mengajak korban ke pematangan sawah. Sedangkan temannya DN, pulang ke rumahnya. Di sawah itulah, korban diperkosa secara bergilir.
“Sebelumnya, tujuh pelaku ini terlebih dahulu minum minuman keras (Miras). Seehingga, saat memperkosa itu, mereka dalam keadaan terpengaruh miras,” terangnya.
Enam tersangka ini, dijerat dengan pasal 81-82 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak di bawah umur, ancaman hukuman lima tahun penjara. Sedangkan salah seorang pelaku bernama Sumantro, mengaku hanya diajak pelaku AR untuk melakukan perbuatan bejat tersebut.
“Sebelumnya, kami memang minum miras. Saat diajak memperkosa itu, saya masih sedikit sadar. Seingat saya, saya hanya sebentar memerkosa korban,” kilahnya. (big/aim)