Pembunuh Rukoyyah Ditangkap

Tersangka M Dani Prasetyawan, saat diperiksa Kasat Reskrim Polres Malang.

KEPANJEN- Jangan bergerak!!! Teriak petugas kepolisian yang membawa pistol, saat mengrebek salah satu rumah terletak di Desa Udaan Kecamatan Turen. Teriakan petugas itu membuat M Dani Prastyawan tidak berkutik. Tersangka pembunuhan terhadap Rukkoyah, 29 tahun tetangganya sendiri itu, memilih menyerah.
Penggrebekan tersebut, membuat pelarian M Dani Prastyawan, selama hampir satu bulan ini terhenti. Setelah berhasil dibekuk,  tersangka dibawa ke Mapolres Malang, untuk dijebloskan ke dalam tahanan.
Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat SIK mengatakan, pembunuhan itu terjadi Minggu (22/3) silam. Korban Rukoyyah ditemukan meninggal di sungai dekat rumahnya. Sungai itu menjadi tempat sehari-hari korban untuk mandi, tiap sore hari. Saat itu, korban memang berpamitan kepada keluarganya, untuk mandi di sungai tersebut, sendirian. “Laporan pembunuhan, masuk ke Polsek Turen. Kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskan, saat olah TKP, tim identifikasi Polres Malang menemukan kejanggalan yang terjadi pada tubuh korban. Korban tewas tidak wajar. Hasil penyelidikan petugas secara marathon, diketahui diduga yang membunuh korban Rukkoyah adalah tersangka yang tidak lain merupakan tetangganya sendiri. Lanjut dia, saat menggrebek rumah tersangka, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Tersangka lebih memilih kabur ke luar Kabupaten Malang, tepatnya ke Sidoarjo.
“Dirasa sudah aman, tersangka memutuskan untuk pulang ke rumah. Saat mengetahui informasi itu, langsung kami lakukan penangkapan,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak bisa berkutik. Karena petugas mempunyai bukti yang kuat untuk menangkapnya. Sedangkan motif tersangla melakukan pembunuhan, bermula dari perampokan. Tersangka ini, ingin mengambil perhiasan berupa kalung, yang dikenakan korban. Selain itu, tersangka dendam kepada suami korban bernama  Sopi’i yang sering menghinanya. Sehingga membuat tersangka, melampiaskan kepada korban dan membunuhnya.
“Tersangka kami jerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekeras dan Pasal 351 KUHP, tentang penganiayaan,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Sementara itu, di hadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka M Dani Prastyawan mengaku menjual perhiasan korban senilai Rp 400 ribu. “Mulanya, saya tidak ingin merampas perhiasan korban. Karena saya kesal dengan suami korban, yang sering menghina saya,” kilahnya. (big/udi)