Bongkar Brangkas Twins Donnats, Pasutri Curi Rp 20 Juta

BLIMBING– Kesetiaan Endah Asri Handayani, 42 tahun, terhadap suaminya Yanto Subari, 41 tahun, tidak hanya diperlihatkan di rumah. Tapi juga dibalik jeruji besi. Keduanya tetap saling mendukung dan setia, sekalipun sama-sama mendekam di sel tahanan. Pasangan suami istri ini ditangkap anggota Polsekta Blimbing lantaran terlibat pencurian uang Rp 20 juta di Twins Donnats yang terletak di dalam Terminal Arjosari.
Menurut Kapolsekta Blimbing, AKP Budi Setiyono, pasutri yang tinggal di Jalan Flamboyan, Desa Karangnongko, Pakisaji ini ditangkap petugas akhir pekan lalu di Jalan Taman Borobudur. “Selain tersangka, kami juga mengamankan barang bukti linggis kecil yang digunakan Yanto mencuri, serta pakaian yang dibeli dari uang hasil curian,’’ kata pria dengan tiga balok di pundak ini.
Pencurian tersebut terjadi Minggu 11 Januari lalu. Awalnya, Endah yang baru tiga hari bekerja di Twins Donnats didatangi oleh Yanto. Karena posisi toko hendak tutup, Yanto pun pura-pura membantu menutup pintu rolling door, yang ada di toko tersebut. “Modusnya membantu menutup toko. Tapi saat pintu roling door sudah tertutup, Endah pun memasang gembok. Hanya saja, gembok tersebut tidak terkunci,’’ tambah Kapolsek, yang menyebutkan upaya itu dilakukan Endah untuk memudahkan, Yanto masuk.
Agar tidak dicurigai, endah dan ikut pulang bersama karyawan lainnya. Namun tidak lama, Endah dan Yanto kembali. Saat itulah keduanya beraksi. “Yanto menjebol brankas menggunakan linggis, kemudian mengambil uang Rp 18 juta yang ada di dalamnya. Dia kemudian membongkar laci kasir, dan mengambil uang Rp 2 juta. Sementara istrinya menunggu di dalam toko,’’ tambahnya.
Aksi pencurian itu cukup sukses dilakukan keduanya. Dengan langkah ringan, keduanya keluar dari toko. Namun, tidak pulang ke tempat indekosnya di Pakisaji. Sebaliknya, mereka langsung kabur ke Semarang. Uang Rp 20 juta hasil curian, digunakan untuk berfoya-foya. “Pemilik toko baru melapor pagi hari setelah kejadian. Kami pun langsung melakukan olah TKP,’’ tambah Yuli yang mengakatan saat olah TKP pihaknya sempat melihat rekaman CCTV. Dari rekaman itulah, aksi keduanya terlihat jelas.
Karena sudah jelas pelakunya, petugas pun memburu keduanya. Hingga akhirnya Jumat (17/4) lalu, kedua tersangka yang sempat kabur ini terlihat berjalan di Jalan Taman Borobudur. Warga yang melihat melapor ke polisi, dan petugas langsung menyergapnya. “Keduanya kami kenakan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,’’ tandas Budi. (ira/udi)