Gelapkan Uang Temuan, Dipenjara

SINGOSARI- Apa yang dilakukan Puji Mulyono, 46 tahun, warga Dusun Ngujung RT 02 RW 02 Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari ini, tidak patut ditiru. Dia menggelapkan uang senilai Rp 22 juta, yang ditemukan sekelompok anak kecil. Akibatnya, sejak Senin (20/4) dia ditahan di Polsek Singosari, lantaran perbuatannya itu.
Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Hadi Puspito mengatakan, peristiwa itu bermula saat sekelompok anak kecil kelas VI SD, menemukan uang senilai Rp 22 Juta. “Mereka menemukan uang  terbungkus di dalam kresek dan tergeletak di Dusun Karangwaru, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.

Dijelaskan, sekelompok anak SD itu, menemukan uang tersebut pada Jumat (17/4). Setelah menemukan uang, mereka menyerahkan kepada M Sapar, warga sekitar. Kemudian, oleh Sapar, diserahkan kepada tersangka. Sehari kemudian, tersangka membagikan uang itu, kepada tiga orang temannya. “Satu orang mendapatkan Rp 2,5 juta. Jadi, jumlah uang temuan yang dipergunakan itu sebanyak Rp 10 juta,” ujar mantan Kanit Idik I Satreskrim Polres Malang ini.
Berita tentang sekelompok anak kecil menemukan uang itu, langsung tersebar ke masyarakat. Pada Minggu, (19/4), Naryo, 30 tahun, warga Desa Ardimulyo melapor kehilangan uang ke Mapolsek Singosari. Berawal dari laporan itu, petugas melakukan penyelidikan. Serta diketahui yang menemukan uang itu, adalah sekelompok anak kecil, seperti kabar yang sedang hangat di kalangan masyarakat Desa Toyomarto.
“Korban melaporkan, uangnya hilang di dekat rumahnya. Atas keterangan dari sekelompok anak kecil tersebut, diketahui yang membawa uang adalah Sapar. Kemudian, Sapar mengaku, bahwa uang tersebut telah dibagi rata dengan tersangka ini,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya tersebut.
Karena kesaksian dari Sapar, petugas bergegas ke rumah tersangka untuk melakukan penangkapan. Saat ditangkap, tersangka tidak bisa mengelak perbuatannya itu. Apalagi ditemukan bukti, berupa uang sisa Rp 12 juta di rumahnya.
Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan,  ancaman hukumannya empat tahun penjara. “Kami masih menyelidiki keterlibatan tiga orang lainnya, yang menerima uang itu. Bila terdapat bukti yang menguatkan ke arah penadahan barang penggelapan, maka mereka bisa dijerat,” pungkasnya. (big/udi)