Polisi Kejar Otak Sindikat Pengoplos Pupuk Bersubsidi

KEPANJEN- Setelah sukses menangkap empat pelaku sindikat jaringan pengoplos pupuk bersubsidi, kali ini Satreskrim Polres Malang berupaya mengembangkannya. Terdapat dua nama yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Saat ini petugas tengah melakukan penelusuran dan pendalaman terkait keterlibatan kedua terduga itu.
Kasat Reskirm Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK mengatakan, dua pelaku diduga itu, berasal dari Jember. “Dua nama diduga itu, seperti dikatakan dari empat orang tersangka yang kami tangkap, saat kami lakukan pemeriksaan. Keterlibatan kedua terduga itu tengah kami dalami,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, kasus ini, diduga melibatkan jaringan yang lebih luas lagi. Selain itu, dalam menjalankan aksinya, sangat teroganisir dan rapi. Sehingga petugas berupaya untuk konsen melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Terlebih, penyalahgunaan pupuk bersubsidi, merupakan atensi dari Polda Jatim, Mabes Polri dan pemerintah pusat.
“Terkait kasus ini, kami juga telah sudha memintai keterangan dari saksi ahli,” imbuh mantan Kasat Reskirm Polres Tuban ini.
Dijelaskannya, saksi ahli itu meliputi dari instansi pemerintahan terkait yang berkompeten menangani hali ini. Dalam hal ini dari Disperindagsar Kabupaten Malang dan Distanbun Kabupaten Malang.
Setelah dilakukan pemeriksaan saksi ahli, kata dia, pupuk bersubsidi seberat 16 ton itu, langsung disimpan serta diamankan di Koperasi Unit Desa (KUD) Kepanjen. “Penyimpanan barang bukti pupuk subsidi oplosan itu, sesuai dengan aturan terkait kasus ini,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Selanjutnya, pihaknya akan menyelidiki lebih jauh, terkait dua terduga itu. Bila dimungkinkan kata dia, akan terjun ke Jember langusng, untuk mengecek kebenarannya. Seperti diberitakan sebelumnya,  Satreskrim Polres Malang berhasil membongkar jaringan pengoplos pupuk bersubsidi dan menangkap empat orang pelakunya. (20/4) lalu.
Dua pelaku bertindak sebagai pengecer pupuk bersubsidi, ditangkap. Yakni Nanik, 50 tahun, warga Desa Bedali Kecamatan Lawang. Serta, Gunarto, 49 tahun, warga Desa Dengkol, Kecamatan Singosari yang beritndak sebagai pengecer. Pelaku pengoplos pupuk bersubsidi, Langlang, 49 tahun, warga Desa Sumberwuni Kecamatan Lawang.
Sedangkan seorang pelaku lainnya, Huda, 44 tahun, Warga Desa Sumberwuni Kecamatan Lawang bertindak sebagai perantara. Mereka ditangkap di Jalan Raya Lawang, saat mengantar pupuk bersubsidi ke Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya. (big)