Galeri Smartfren Disatroni Maling

KEPANJEN - Aksi pencurian seakan tidak ada habisnya terjadi di wilayah hukum Polres Malang. Dini hari kemarin, pelaku pencurian menyatroni Galeri Smartfren Kepanjen. Tiga buah ponsel baru dan sebuah dompet berisi uang penjualan hilang digondol pelaku pencurian.
Informasi yang dihimpun, Galeri Smartfren tutup pukul 20.00 WIB. Karyawan shift malam, sudah yakin mengunci seluruh pintu yang ada dan tidak ada penjaga gedungnya. Pencurian itu, baru diketahui pada pagi hari. Saat karyawan shit pagi membuka pintu galeri, tidak ada yang mencurigakan. Karena, pintu dan jendela tidak ada yang rusak dan tidak dibuka. Tidak terdapat bekas congkelan maupun dibuka paksa. Namun, saat mengecek di etalase  dalam keadaan terbuka. Setelah dicek, diketahui terdapat tiga ponsel yang hilang. Selain itu, dompet penyimpang uang yang ada di dalam etalase juga tidak ada.
“Untuk jumlah uang yang hilang, saya tidak mengetahuinya. Karena yang mengetahui jumlahnya, adalah karyawan yang bertugas pada shift malam,” terang salah seorang karyawan Galeri Smartfren Kepanjen, yang enggan namanya dikorankan.
Dia menduga, pelaku pencurian tersebut, beraksi pada dini hari. Modusnya, yakni masuk lewat bagian belakang, kemudian memanjat ke lantai tiga. Setelah itu, masuk melalui dapur yang saat itu memang tidak dikunci. “Pintu depan tidak rusak dan tidak tercongkel. Jadi, kemungkinan ya masuk lewat belakang itu,” imbuhnya.
Setelah dipastikan terdapat barang yang hilang, diapun menghubngi atasannya dan melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polres Malang. Sedangkan Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri Efliandani mengatakan, kasus pencurian tersebut, saat ini tengah diselidiki oleh petugas. Tim Laboratorium Forensik Lapangan Polres Malang, juga telah mengumpulkan sidik jari serta petunjuk yang tertinggal, di lokasi kejadian tersebut.
“Untuk proses penyelidikan, sedang dilakukan oleh petugas. Saat ini, petugas masih memintai keterangan saksi, mencari petunjuk dan bukti yang tertinggal, untuk dapat mengungkap kasus ini,” terangnya terpisah. (big/aim)